Header

12/06/2011

The Emptiness Inside You


Untuk beberapa waktu ini saya punya masalah dengan identitas. Berikut adalah beberapa contoh hal-hal yang terjadi padaku atau mungkin terjadi juga pada Anda.

"Jika orang-orang berkata padaku hal-hal yang baik tentang diriku, itu akan melewati telingaku menuju otakku dan lalu menghilang. Ini membuat aku tidak berubah."

"Jika aku berbuat sesuatu yang sangat hebat, atau membuat sesuatu dengan tanganku sendiri, aku mungkin merasakan sebuah perasaan luar biasa sesaat, tetapi keesokkan harinya aku merasa hampa lagi."

Bagaimana mungkin?
Saya adalah seorang yang pintar. Seorang yang tampan (ternyata). Lucu. Memiliki bisnis sendiri. Berkeliling dunia. Luar biasa dengan anak-anak.

Jadi bagaimana mungkin aku bisa merasa datar dan kosong bahkan beberapa jam setelah menghabiskan waktu yang indah bersama teman-teman?

Karena faktanya adalah tentang aku tidak "melekat" di dalam diriku. Aku mendengar mereka, melihat mereka dan lalu kehilangan mereka. Mereka tidak melekat dalam diriku.

Ada sebuah pepatah tentang mangkuk. Pepatah itu berasal dari sebuah teks kuno, tapi mungkin masih berlaku sampai hari ini (mangkuk tidak berubah banyak dari waktu ke waktu).

Ini tentang fakta bahwa ketidakadaan di dalam sebuah mangkuk adalah sama pentingnya dengan kehadirannya. Bahwa kekosongan di dalamnya sangat penting sifatnya. Kekosongan itu menyebabkan kemungkinan - itulah esensinya, dengan kata lain:

"Bentuklah tanah liat menjadi mangkuk.
Ruang kosong itu membuatnya berguna."
- Lao Tzu dalam Tao Te Ching

Mungkin ada sesuatu yang dapat kita pelajari di sini. Sering kali, ketika ada kekosongan di sekitar kita, terutama itu sebuah kekosongan hati, kita tergoda untuk mencoba mengisinya.

Mengisinya dengan makanan yang lezat. Atau mengisinya dengan kebingungan. Atau menutupinya dengan papan dan mencari jalan lain. Mungkin sulit untuk hanya duduk dengannya dan hanya membiarkannya menghuni Anda sementara waktu.

Tetapi jika Anda secara otomatis menjejalkan kekosongan itu dan menghindari kecemasan yang membawanya, Anda juga akan mengubur pelajaran yang dapat diajarkannya bukan?

Jadi bagaimana rasanya ketika kekosongan mendatangi Anda?
Apakah Anda membantu diri Anda mencapai sesuatu - apapun - untuk mengisinya secepat mungkin?
Apa pelajaran atau pesan atau kemungkinan yang kekosongan berikan untuk Anda?
Dan jika Anda mendengarkan dengan seksama, apa pelajaran yang didapat?
(Dan kekosongan itu sendiri, terkadang adalah bagian yang penting dari proses penyembuhan bukan?)

Jadilah sedikit seperti mangkuk, kekosongan terkadang adalah bagian dari esensi kita. Mungkin lebih penting menjadi "kosong" untuk beberapa saat. Istirahat sebelum Anda melangkah ke tahap selanjutnya dalam hidup Anda.

Source: psychcentral

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave your comment here...