Header

2/08/2013

Chinese New Year - The Story

Xin Nian Kuai Le!


Sebentar lagi seluruh umat Tionghoa di dunia akan merayakan hari raya Imlek 2564. Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (Chinese: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun". Berikut beberapa informasi tentang hari raya Imlek.

Mengapa disebut Xin "Nian" ?
Asal-usul perayaan Tahun Baru Cina terlalu tua dan lama untuk dikaji. Walau bagaimanapun, pendapat umum mengatakan, perkataan Cina, ‘Nian’ atau yang bermaksud ‘tahun’ dalam bahasa Melayu, adalah nama untuk raksasa yang sering mencari mangsa pada malam sebelum tahun baru bermula.


Nian, hewan raksasa pemakan manusia

Menurut legenda dahulu kala, Nián (年) adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri mereka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. Dipercaya bahwa melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil Panen. Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kertas merah di jendela dan pintu.


Lampion, simbol harapan dan doa

Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengusiran Nian ini kemudian berkempang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò nián (Hanzi tradisional: 過年; bahasa Tionghoa: 过年), yang berarti "menyambut tahun baru", secara harafiah berarti "mengusir Nian". Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa. Nian pada akhirnya ditangkap oleh Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu.

Sejarah Angpao
Angpao (Hanzi: 紅包, hanyu pinyin: hong bao) adalah bingkisan dalam amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek.


Angpao, simbol kegembiraan

Namun angpao sebenarnya bukan hanya monopoli perayaan tahun baru Imlek semata karena angpao melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik, sehingga angpao juga ada di dalam beberapa perhelatan penting seperti pernikahan, ulang tahun, masuk rumah baru dan lain-lain yang bersifat suka cita.

Jumlah uang yang ada dalam sebuah amplop angpao bervariasi. Untuk perhelatan yang bersifat suka cita biasanya besarnya dalam angka genap, angka ganjil untuk kematian. Oleh karena angka 4 terasosiasi dengan ketidak beruntungan - pelafalan angka 4 bisa berarti "mati" - maka jumlah uang dalam amplop angpao tidak berisi 4. Walaupun demikian, angka 8 terasosiasi untuk keberuntungan - pelafalan angka 8 berarti "kekayaan". Makanya jumlah uang dalam amplop angpao seringkali merupakan kelipatan 8.

Sejarah Kue Keranjang
Kue keranjang disebut juga sebagai Nian Gao (年糕) atau dalam dialek Hokkian Tii Kwee (甜棵), yang mendapat nama dari wadah cetaknya yang berbentuk keranjang, adalah kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula, serta mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket. Kue ini merupakan salah satu kue khas atau wajib perayaan tahun baru Imlek. Kue keranjang ini mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, enam hari menjelang tahun baru Imlek (Jie Sie Siang Ang), dan puncaknya pada malam menjelang tahun baru Imlek. Sebagai sesaji, kue ini biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah Imlek).


Nian Gao, simbol kesatuan

Dipercaya pada awalnya kue, ini ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku agar membawa laporan yang menyenangkan kepada raja Surga (玉皇大帝,Yu Huang Da Di). Selain itu, bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.

Berikut ucapan tahun baru Imlek dari berbagai bahasa
o "Gōng xǐ fā cái" (Bahasa Mandarin)
o "Kung hei fat choi" (Bahasa Kantonis)
o "Kiong hi huat cai" (Bahasa Hokkien)
o "Kiong hi fat choi" (Bahasa Hakka)
o "Xīn nián kuài lè" (新年快樂)

Akhir kata saya mengucapkan,
Happy Chinese New Year 2564,
Gong Xi Fa Cai,
Xin Nian Kuai Le.

10/20/2012

What’s Your Problem-Solving Style?


Banyak dari kita mungkin berharap tidak mengalami begitu banyak masalah dalam hidup ini. Jika hanya membuat kita terjebak, seperti, "Mengapa saya?", kita tentunya lebih memilih memiliki kehidupan yang mengalir mudah. Namun, mengingat bahwa hidup ini penuh dengan masalah, mungkin pilihan terbaik adalah dengan memecahkan masalah tersebut.

Terkadang masalah datang dikarenakan kita membuat keputusan yang buruk. Beberapa datang karena hubungan kita dengan orang lain dan beberapa datang melalui kecerobohan orang lain. Beberapa masalah kita juga datang dari perasaan kita sendiri dan cara kita memandang hidup ini.

Pemecahan masalah yang efektif meningkatkan rasa nyaman, suasana hati, harapan dan kepercayaan diri Anda. Belajarlah bagaimana cara untuk memecahkan masalah dapat meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan. Selain itu, kemampuan pemecahan masalah itu dapat diajarkan. Orang-orang tidak dilahirkan untuk mengetahui bagaimana memecahkan masalah.

Di dalam buku Solving Life’s Problems, penulis menunjukkan bahwa masalah-masalah meliputi: tidak mengetahui apa yang harus dilakukan, melihat sebuah keadaan itu rumit, yang bingung tentang tujuan konflik, tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu, tidak memiliki cukup waktu atau sumber daya untuk menangani masalah, atau takut untuk mencoba karena takut gagal atau masalah emosional lainnya.

Langkah pertama dalam pemecahan masalah
Ketika dihadapkan dengan masalah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menerima masalah tersebut. Percayalah pada kemampuan Anda untuk mengatasinya dan miliki sikap positif tentang kondisi saat itu. Menjadi takut akan masalah malah akan menguras energi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Tapi lebih dari itu, kecenderungan alami kita ketika kita takut adalah lari dan menghindari jika kita bisa. Menghindari masalah cenderung untuk membangun kecemasan kita, stres dan ketidaknyamanan, tetapi kita tetap saja melakukannya.

Kita bisa saja menghindarinya. Dan kita juga bisa melompat secara impulsif sehingga kita dapat menyingkirkan masalah sesegera mungkin. Tentu saja, jika kita belum berpikir untuk melaluinya, kita cenderung untuk mengambil tindakan yang tidak efektif atau malah membuat situasi semakin buruk.

Beberapa dari kita berkecil hati hanya karena memiliki masalah. Kita tidak ingin memecahkan masalah. Mungkin kita sudah tidak punya pengalaman positif di masa lalu sehingga kita memperkirakan akan gagal kembali. Ketika kita tidak bisa memikirkan solusi yang cepat, kita mungkin meragukan diri kita sendiri dan melihat masalah tidak terpecahkan. Kita menyerah dan melihat diri kita sebagai kegagalan.

Ada juga yang menjadi marah ketika mengalami masalah. Kita melihat masalah sebagai hal yang tidak dapat ditoleransi. Kita berkata, lalu lintas tidak seharusnya begitu padat, pelanggan seharusnya tidak begitu rewel, dan mereka tidak seharusnya mengenakan harga sewa yang begitu tinggi. Kita melawan masalah dengan meneriaki pengemudi lain, menekan klakson, dan berdebat dengan pelanggan yang mengeluh.

Tak satu pun dari reaksi di atas adalah apa yang disebut sebagai Positive Problem Orientation. Sebuah orientasi positif berarti berhubungan dengan pemecahan masalah yang lebih baik, melihat masalah sebagai tantangan, bukan ancaman, yang realistis dan optimis, dan melihat masalah dapat pecahkan, memiliki kepercayaan diri dalam kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dan pemahaman bahwa menyelesaikan masalah yang sulit dibutuhkan ketekunan dan usaha. Kita harus bersedia berkomitmen untuk memecahkan masalah daripada menghindarinya.

Gaya-gaya memecahkan masalah
Berikut adalah gaya-gaya dalam memecahkan masalah. Di antaranya adalah gaya rasional, impulsif/kecerobohan, dan penghindaran.

Gaya rasional mencakup perencanaan yang disengaja dan sistematis. Individu dengan gaya ini cenderung untuk mengumpulkan informasi yang relevan dan fakta-fakta, mengidentifikasi hambatan, menetapkan tujuan yang realistis dan menghasilkan berbagai solusi alternatif. Mereka kemudian membandingkan pro dan kontra dari solusi alternatif dan menyusun rencana yang efektif.

Gaya impulsif/kecerobohan melibatkan upaya aktif untuk memecahkan masalah, tetapi secara terburu-buru, dengan tidak lengkap. Orang dengan gaya ini cenderung untuk pergi dengan pasangan pertama atau memiliki banyak ide tetapi tidak mempertimbangkan konsekuensi dari ide-ide mereka.

Gaya penghindaran ditandai dengan penundaan. Individu dengan gaya ini cenderung pasif, menyangkal keberadaan masalah dan cenderung bergantung pada orang lain untuk memecahkan masalah bagi mereka.

Untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah yang baik, mengembangkan sikap positif dan sebuah kemauan untuk meningkatkan kemampuan rasional Anda adalah langkah pertama.

Minggu ini, ketika Anda menghadapi masalah, pertimbangkan untuk melihatnya sebagai tantangan. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki masalah dan Anda akan memiliki lebih banyak masalah lagi. Berkomitmenlah untuk menjadikannya tugas yang harus Anda selesaikan dan jangan biarkan hal itu merusak hari Anda atau menakuti Anda. Lihatlah ada berapa banyak alternatif yang berbeda yang dapat Anda pikirkan untuk memecahkan masalah. Pergilah ke setiap alternatif tersebut dan pertimbangkan mana yang terbaik untuk Anda.

Tolaklah penundaan dan berpikirlah tentang situasi yang Anda lewati sekarang. Jika Anda melihat bahwa Anda sedang menghakimi diri Anda sendiri, lupakanlah penghakiman tersebut dan berkonsentrasilah pada solusi yang Anda pilih.

Source: psychcentral

10/02/2012

Traffic Police Help Deliver Babies in The Middle of Traffic Jam


Seorang polisi menjadi penyelamat dengan membantu persalinan seorang ibu muda di tengah kemacetan kota Bangkok, Thailand. Polisi Thai ini membantu proses kelahiran seorang bayi perempuan di dalam taksi.

Seperti dilansir Asia One, Selasa (2/10/2012), peristiwa ini terjadi ketika sang ibu muda bernama Chotika Chuennoi hendak melahirkan dan terburu-buru menuju rumah sakit dengan menggunakan taksi. Namun taksi tersebut terjebak di tengah kemacetan di jalanan kota Bangkok.

Datanglah seorang polisi bernama Mana Jokkoksung yang tengah bertugas mengatur lalu lintas di sekitar lokasi. Tanpa ragu-ragu, pria itu segera membantu proses persalinan wanita yang masih berusia 19 tahun ini. Diketahui, Mana merupakan salah satu dari ratusan personel Kepolisian Bangkok yang mendapat pelatihan kebidanan guna membantu persalinan secara darurat.

Seorang warga yang berada di lokasi, sempat merekam aksi heroik ini. Terlihat dalam rekaman amatir tersebut, Mana cekatan membantu kelahiran seorang bayi perempuan di kursi belakang taksi yang ditumpangi Chotika.

"Saya harus menenangkan diri saya dan berusaha berkonsentrasi dan fokus pada proses persalinan yang telah saya pelajari dari dokter," tutur Mana seperti dikutip media Inggris, The Telegraph. Dengan aksinya ini, Mana tercatat sebagai polisi lalu lintas setempat yang paling banyak membantu proses persalinan di tengah-tengah kemacetan kota Bangkok.

Chotika yang menerima bantuan Mana pun menyatakan sangat berterima kasih. "Sangat bagus kita memiliki proyek ini, jika tidak, tentunya akan sangat membahayakan bagi saya dan putri saya. Dia sangat kecil dan saya khawatir karena dia berada di dalam celana saya," ucapnya.

Jalanan kota Bangkok mampu menampung hingga 1,6 juta kendaraan dalam kondisi padat lalu lintas. Namun menurut sejumlah laporan di lapangan, tercatat ada lebih banyak kendaraan, hingga 4 kali lipat, baik mobil, truk pickup dan sepeda motor yang terdaftar di ibukota Thailand tersebut.

Oleh karena itu, personel kepolisian lalu lintas setempat mendapat pelatihan khusus untuk menangani kondisi-kondisi darurat di tengah kepadatan lalu lintas, termasuk pelatihan kebidanan.



Source: detik, youtube

10/01/2012

Chen Shu Jiu, The Mirror of Compassion


Si pedagang sayur, Chen Shu Jiu, mampu mengubah kehidupan banyak orang di negaranya, Taiwan. Dia telah mendonasikan 231.800 dollar AS atau setara Rp 2,9 miliar dari lapak sayurnya untuk kegiatan amal bagi warga tidak mampu. Itu sungguh mencerminkan nilai luhur kemanusiaan, yakni solidaritas dan kedalaman belas kasih.

Skala permasalahan sosial di Asia kini menuntut program besar, kompleks, dan bantuan jangka panjang yang berkesinambungan serta sentuhan teknologi canggih. Namun, kita juga disadarkan oleh banyak kenyataan bahwa seseorang yang bersahaja bisa mengubah dunia melalui aksi nyata, empati, dan kemurahan hati, seperti ditunjukkan Chen.

Wanita lajang berusia 61 tahun ini termasuk salah satu di antara enam orang hebat Asia yang menerima Ramon Magsaysay Award 2012. Penghargaan tersebut diserahkan di Manila, akhir Agustus 2012.

Dia dinyatakan berhak menerima penghargaan itu karena ”altruisme murni lewat pemberian pribadi yang merefleksikan kedalaman, konsistensi, belas kasih, dan telah mengubah kehidupan sejumlah orang Taiwan yang dibantunya”.

Dari penghasilan harian sebagai pedagang sayur, Chen, perempuan yang hanya lulusan sekolah dasar ini, bisa membangun perpustakaan serta memberi nafkah dan tempat tinggal bagi anak-anak telantar ataupun keluarga pengungsi akibat bencana.

”Uang menjadi bernilai hanya jika digunakan untuk mereka yang memerlukan,” kata Chen.

Akrab dengan derita
Terlahir sebagai anak pedagang sayur yang miskin di kota Taitung, Taiwan tenggara, Chen secara pribadi akrab dengan penderitaan orang- orang miskin. Becermin pada kehidupan pribadinya serta orang-orang lain yang mengalami kehidupan serupa, hati Chen tergerak menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu sesama.

Baginya, pengalaman adalah guru yang berharga dalam kehidupan. Ketika Chen berumur 13 tahun, ibunya menderita sakit keras. Ketika itu, sang ayah berusaha meminta bantuan uang dari tetangga agar bisa membawa sang ibu ke rumah sakit. Namun, uang yang terkumpul belum cukup, nyawa ibunda tercinta tidak bisa diselamatkan.

Sebagai putri tertua, Chen terpaksa berhenti sekolah demi membantu ayahnya menjaga lapak sayur kecil keluarganya di sebuah pasar di kotanya. Lima tahun kemudian, salah satu saudaranya terkena penyakit kronis yang menguras seluruh sisa tabungan keluarga. Sekolah tempat dia pernah belajar mengumpulkan uang untuk membantu keluarga Chen.

Bantuan dari sekolah itu tidak cukup untuk menyelamatkan hidup saudaranya tersebut, tetapi kenangan tentang kebaikan orang-orang yang telah merogoh kocek untuk dia begitu membekas dalam sanubari. Dia merasakan kemiskinan dan putus asa, tetapi mengalami kebaikan dan kebenaran yang nyata. Sesuatu yang kemudian membimbing sisa hidupnya kini.


Masih menjual sayur
Dewasa ini, dua dekade setelah ayahnya meninggal, Chen masih terus menjual sayur dari sebuah lapak di pasar induk di Taitung. Apa yang mengejutkan dari sosok perempuan ini adalah dari penghasilan hariannya sebagai pedagang sayur, dia secara pribadi telah menyumbangkan lebih dari 7 juta dollar Taiwan atau Rp 2,9 miliar untuk amal.

Chen terlibat dalam berbagai kegiatan amal, terutama terkait perawatan kesehatan dan pendidikan anak. Penerima kemurahan hatinya termasuk sebuah biara Buddha, dengan mendanai sekolah di biara itu. Dia memberikan dana bantuan darurat bagi pelajar agar bisa meneruskan sekolah jika ayah mereka sakit atau tidak bisa bekerja.

Selain itu, Chen juga membantu sebuah organisasi nirlaba Kristen yang berkecimpung dalam menyelamatkan anak-anak telantar serta menyediakan makanan, tempat tinggal, pakaian, perawatan kesehatan, dan pendidikan bagi mereka. Dia membangun perpustakaan lengkap bagi sekolah dasar tempat dia dahulu belajar. Kepedulian dia lintas sekat sosial.

Chen juga sering memberikan bantuan kepada masyarakat Palang Merah untuk menolong keluarga yang terkena bencana atau keadaan darurat lain. Dia menyisihkan bantuan dari lapak sayurnya, sementara Chen sendiri tidak ingin hidup mencolok.

Chen adalah pemeluk Buddha yang saleh. Ia bekerja tujuh jam sehari. Dia hidup hemat dan merasa puas dalam kondisi yang bersahaja. Ia hidup apa adanya sampai kadang-kadang dia harus tidur di lantai. Dia makan cukup dua kali sehari, tidak berlebihan, juga seorang vegetarian.

Meski pengakuan internasional melalui media-media asing tentang kepedulian Chen terhadap sesama yang miskin dan kekurangan telah melambungkan namanya, dia tetap tidak berubah.

Chen tetaplah seorang yang tidak peduli dengan sukses dan penghargaan internasional yang telah ia raih. Dia acuh tak acuh terhadap penghormatan publik.

Chen menolak tawaran orang lain yang menginginkan namanya digunakan sebagai nama yayasan yang akan mereka dirikan. Dia menolak menerima donasi dari orang lain dan mengatakan akan memberikan donasi itu kepada orang lain yang jauh lebih membutuhkan. Bagi dia, uang bermakna jika diberikan kepada pihak yang membutuhkan.

Merasa senang
Banyak orang meributkan mengapa Chen terus saja menjual sayur karena sebenarnya dari penghasilannya dia sudah bisa memperbaiki kualitas hidupnya. Bagi Chen, hidup yang sederhana, tidak berlebihan, dan peduli kepada sesama yang membutuhkan adalah hidup yang lebih bermutu.

”Filsafat hidup saya adalah kesederhanaan. Jika setiap kali kalian melakukan sesuatu dan itu selalu membuat kalian gelisah, tentu saja hal tersebut salah. Namun, jika hal itu telah membuat kalian senang, itu berarti kalian telah melakukan sesuatu yang benar. Saya merasa senang setiap kali saya bisa membantu orang lain,” katanya.

Panitia penyelenggara Ramon Magsaysay Award mengakui, altruisme pribadi Chen telah mengubah kehidupan banyak orang di Taiwan. Dia memiliki sisi lain di dalam dirinya yang dapat menghidupkan orang lain dan membuat orang lain merasa lebih bermakna di sepanjang hidup mereka.

Atas penghargaan tersebut, Chen berhak mendapatkan hadiah uang sebesar 50.000 dollar AS. Namun, menurut dia, uang itu akan dia berikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Wanita tangguh ini telah terlibat dalam solusi yang berkelanjutan bagi kemiskinan dan ketidakberdayaan yang mewarnai hidupnya pada masa silam dan kini.

”Hidup akan bermakna jika kita saling berbagi dalam berbagai hal yang mampu membawa ke arah perubahan hidup yang lebih baik dan bermakna,” kata Chen menegaskan.

Source: kompas

9/19/2012

The Power of Compound Interest


Dear friends, saya ingin berbagi pengetahuan dan informasi seputar investasi khususnya tentang compound interest atau bunga majemuk. Artikel ini saya dapatkan dari milis beberapa hari yang lalu. Berikut cuplikan artikel tersebut dengan sedikit perubahan tata bahasa namun tidak mengubah maksud dari apa yang ingin disampaikan.

Belasan tahun yang lalu, saya bergabung dengan kelompok studi pasar modal di kampus saya. Pada waktu itu jumlah mahasiswa yang berminat untuk join di kelompok ini sangat sedikit. Saya sendiri pun tidak terlalu rajin untuk hadir karena memang hingga SMA saya dibesarkan di lingkungan yang tidak terlalu memahami financial planning dan investasi.

Pernah suatu kali salah seorang mentor menanyakan ke kita yang hadir dengan pertanyaan, "Jika Anda menabung sebesar Rp. 10 Juta sekarang, dengan bunga 10% per tahun. Berapa jumlah uang Anda untuk 20 tahun yang akan datang?

Banyak dari kami yang dengan cepat menjawab, 30 juta. Dengan perhitungan, modal ditambah bunga. Dimana bunga = 10% x 10 juta x 20 tahun = 20 juta sehingga total uang yang kita miliki 10jt + 20 jt = 30 jt. Ternyata jawaban ini salah total.

Jawaban yang tepat adalah Rp. 67.2 juta. Loh, bagaimana bisa?

Pada waktu itu saya menekuk dahi saya, mencoba berpikir ulang, masa sih? Kok rasanya kebanyakan. Saya mengambil kertas dan pena serta dibantu dengan kalkulator, saya mencoba menghitung gain per tahunnya.

Modal = 10 juta.
Tahun 1. Total uang = Modal + bunga = 10jt + (10% x 10 jt) = 10jt + 1jt = 11jt.
Tahun 2. Total uang = total uang tahun 1 + bunga = 11jt + (10% x 11 jt) = 11 jt + 1.1 jt = 12.1 jt. Tabel hasil perhitungan saya kurang lebih seperti berikut:


Kalau diperhatikan ternyata uang Rp. 30 juta (jawaban salah saya) sudah dapat terkumpul di tahun ke-12. Sehingga sebenarnya modal awal Rp. 10 juta menjadi 6 kali lipat jumlahnya di tahun ke-20.

Saya baru sadar bahwa jika return/bunga yang saya terima setiap tahun tidak saya gunakan dan ditambahkan menjadi modal di tahun berikutnya. Maka di sinilah terjadi apa yang disebut dengan kekuatan bunga majemuk atau sering juga disebut bunga berbunga.

Hal yang hendak saya sampaikan di balik cerita di atas adalah pergunakanlah kekuatan bunga majemuk. Bahkan Albert Einstein pernah mengatakan bahwa bunga majemuk adalah keajaiban dunia yang ke-delapan dan hal yang paling ampuh yang pernah beliau temui di dunia ini.

Coba perhatikan tabel bunga majemuk yang lebih lengkap di bawah ini. Dengan modal yang Anda miliki sekarang, pilihlah kolom mana yang akan menjadi tujuan Anda dalam berinvestasi. Ternyata dengan modal Rp. 50 juta, di tahun ke-20 kita sudah memiliki dana sebesar Rp. 1.9 milyar. Bahkan di tahun ke-30 menjadi Rp. 11.8 milyar.


Inilah yang dinamakan kekuatan bunga majemuk. Semakin dini Anda berinvestasi, semakin besar peranan kekuatan bunga majemuk. Dan angka di atas akan lebih besar lagi jika Anda menambahkan dana investasi Anda per tahun, misalkan Anda peroleh dari bonus gaji atau keuntungan dari usaha Anda.

Jujur, sayang sekali saya pribadi telat memahami makna bunga majemuk ini. Tetapi sisi positifnya, saya sudah memulai investasi untuk putera saya yang saat ini baru berusia 1 tahun sehingga nanti ketika putera saya berada di usia saya sekarang, dia sudah berada di posisi menikmati dan mempersiapkan juga untuk cucu saya.

Saya yakin pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah apakah keuntungan 20% secara konstan bisa kita peroleh dari pasar modal/bursa. Jawabannya bisa, bahkan bisa lebih. Setidaknya itu berdasarkan pengalaman saya pribadi di pasar modal dan bahkan dari pengalaman Warren Buffet yang sudah 46 tahun berinvestasi, di mana average return-nya adalah 19.8 % per tahun. Memilih menjadi investor sebenarnya mudah, tidak perlu modal hingga milyaran rupiah. Yang sulit adalah menjadi investor yang sabar, kebanyakan dari kita sering melupakan kekuatan bunga majemuk ini bahkan dari kalangan profesional sekalipun. Kita cenderung berharap memperoleh keuntungan dalam waktu singkat, lalu langsung menikmatinya.

Alasan Warren Buffet hidup sederhana, bahkan tidak mau mengganti rumah dan mobilnya dalam waktu lama dikarenakan dia selalu menghitung kekuatan bunga majemuk ini. Di mana misalkan harga mobil Rp. 200 juta, sangat sayang bila digunakan karena dalam waktu 20 tahun bisa menjadi Rp. 7.6 milyar bahkan 50 tahun kemudian menjadi Rp. 1.8 triliun.

Mari mulai berpikir, ketika Anda hendak membeli barang-barang yang sebenarnya untuk prestige atau style saja seharga jutaan rupiah. Ingat-ingat lagi kekuatan bunga majemuk ini, semoga membantu rekan-rekan.

Source: yahoo groups

9/14/2012

Can't Be Vegan? At Least, Eat Less Meat


Pada 9 Januari 1997, U.S. News & World pernah mengangkat artikel yang berjudul "Cara untuk menghindari risiko yang tersembunyi di dalam daging dan unggas.", melaporkan penyakit dari konsumsi daging & unggas menyebabkan lebih dari 80 juta penduduk Amerika jatuh sakit setiap tahunnya dan menyebabkan 9000 kematian. Beberapa penyakit memasuki tubuh melalui produk hewani tersebut. Risiko tertinggi datang dari konsumsi daging atau telur mentah, hamburger yang tidak matang, kerang atau tiram mentah, sushi mentah dan sebagainya. Tetapi masih banyak masalah lainnya.

E. Coli, sejenis bakteri yang berkembang biak di pencernaan hewan ternak adalah yang paling umum. Pada manusia, bakteri ini umumnya menyebabkan diare, atau yang paling parah adalah gagal ginjal.

Berikut ini adalah fakta yang lebih mengkhawatirkan: petani menggunakan kotoran ayam sebagai alternatif murah untuk gandum dan jerami. Kotoran ayam dapat dihargai $15 per ton, sangat ekonomis jika Anda bandingkan dengan $125 per ton alfalfa. Tetapi jumlah bakteri Campylobacter di dalamnya berkontribusi terhadap pencemaran sumber makanan lainnya.

Bahkan yang lebih serius adalah epidemi menakutkan tahun 1996 dari penyakit sapi gila di Inggris. Kita semua melihat rekaman di televisi dari binatang-binatang malang tersebut, lebih dari 500.000 dari mereka dimusnahkan dengan harapan mengakhiri wabah. Lebih dari selusin warga Inggris meninggal karena jenis penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD) tersebut setelah memakan daging sapi yang terinfeksi Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE).

Makanan laut juga tidak lebih baik. Kerang mentah, ikan mentah serta produk hewani laut lainnya dapat menyebabkan infeksi organ.

Secara pribadi, saya lebih memilih untuk mendapatkan nutrisi saya langsung dari sumber aslinya. Saya lebih memilih menjadi bagian dari rantai makanan yang sangat pendek dan tahu apa yang saya makan. John Harvey Kellogg, seorang dokter yang mempromosikan gaya hidup vegetarian dan penemu industri sereal ternama mengatakan, "Sangat menyenangkan untuk memakan sayuran dan tidak harus khawatir tentang bagaimana makanan tersebut diolah." (Merujuk pada konsumsi hewani yang melewati siklus pengolahan yang panjang)

Ada banyak faktor lainnya mengapa kita harus menghindari konsumsi daging, di antaranya:
Ekonomi: Tentu, Anda dapat menghabiskan $7.99 untuk membeli berbagai sayuran hijau hingga ubi jalar, kebanyakan harganya sangat terjangkau jika dibandingkan konsumsi hewani.

Ekologi: Kebiasaan memakan daging memiliki efek yang luar biasa terhadap lingkungan di planet kita ini. Alan Durning, Direktur Pengawas Lingkungan Barat Laut di Seattle mengatakan bahwa produksi daging modern melibatkan banyak penyalahgunaan air, energi, dan penggembalaan yang berlebihan serta polusi udara, air, sampai dengan erosi tanah.

Etis: Pembunuhan terhadap hewan untuk dijadikan makanan mungkin berlaku di waktu dan tempat tertentu untuk bertahan hidup. Tetapi, masyarakat modern sekarang ini telah mengeliminasi kebutuhan dasar akan konsumsi hewan tersebut. Kita mungkin juga tidak menyadari apa yang terjadi di balik tempat penjagalan hewan, jutaan hewan diperlakukan tidak etis saat proses penjagalan. Jika Anda pernah menonton film dokumenter Earthlings, mungkin Anda akan mulai berpikir untuk menjadi seorang vegetarian. (Klik kata Earthlings untuk melihat film dokumenter tersebut, Note: Mengandung unsur kekerasan, tidak disarankan untuk ditonton jika tidak sanggup.)

Epidemiologi: Kita telah membahas kontaminasi bakteri sebelumnya. Tetapi masih ada banyak lagi risiko konsumsi produk hewani. Mulai dari penyakit kanker sampai dengan serangan jantung.

Ada 1 mitos yang mungkin sampai saat ini masih dipercaya sebagian besar orang-orang. "Anda tidak akan mendapatkan protein yang cukup jika menjadi vegetarian." Untuk kebanyakan orang, daging = protein. Itu tidak benar. Daging merupakan sumber yang kaya protein, Anda benar, tetapi kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau juga menyediakan banyak protein yang Anda butuhkan.


Ya, foto makanan di atas menunjukkan bahwa masih ada banyak makanan yang sehat dan bergizi tanpa harus diolah dari produk hewani.

Di era ketika porsi besar daging disarankan untuk meningkatkan kesehatan dan kekuatan, ketika susu, keju, dan telur adalah dasar dari makanan bergizi, seorang penulis melawan sikap pemikiran tersebut. "Biji-bijian, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran merupakan makanan yang dipilih Sang Pencipta untuk kita. Makanan-makanan yang disediakan secara sederhana dan sealami mungkin tersebut adalah yang paling sehat dan bergizi." 1905, Departemen Kesehatan, Ellen G. White.

Di sini, saya tidak mengharuskan Anda menjadi seorang vegetarian. Saya sendiri bukanlah seorang vegetarian seutuhnya. Jika Anda masih belum bisa menjadi seorang vegetarian, sesuai judul posting-an ini, setidaknya kurangi jumlah konsumsi produk hewani Anda. Semuanya tentu kembali ke diri Anda sendiri, Andalah yang memutuskannya. Be happy!

Source: jasperadventist, finecooking

9/12/2012

The Marmots and Me, Matteo Walch Remarkable Friendship


Mereka terkenal pemalu jika berada di sekitar manusia, mereka mencoba menghentak ekor mereka dan berceloteh untuk memperingatkan kita sebelum mengeluarkan suara keras untuk memberitahu anggota lain dari koloni mereka untuk melarikan diri.

Tapi ketika marmut alpine melihat Matteo Walch, mereka bergegas ke sisinya dan menunjukkan kepadanya rasa kasih sayang.

Anak berusia delapan tahun telah membangun hubungan yang luar biasa dengan marmut tersebut sejak empat tahun lalu.


Keluarganya kembali untuk mengunjungi koloni marmut di Groslocker di Pegunungan Alpen, Austria selama dua minggu setiap tahunnya.

Ibu Matteo, Michaela mengatakan: "Persahabatan mereka telah berlangsung selama lebih dari empat tahun sekarang.

"Dia mencintai binatang dan mereka sama sekali tidak takut Matteo karena ia memiliki perasaan terhadap mereka dan mereka memahami hal itu."


"Kami pergi ke sana setiap tahun selama dua minggu. Menakjubkan rasanya melihat hubungan antara seorang anak laki-laki dan teman-teman binatangnya."

Marmut-marmut tersebut memiliki tinggi sekitar 18 cm dan memiliki panjang hingga 50 cm. Anehnya, binatang ini lebih berat ketika musim gugur dibanding musim lain. Beratnya dapat mencapai 8 kg saat musim gugur, sedangkan di musim semi hanya 3 kg saja.


"Sangat menyenangkan rasanya bahwa saya telah mampu mendokumentasikan perilaku alami marmut di sekitar Matteo tanpa membuat mereka takut terhadap saya dan peralatan saya."




Terlihat sangat jelas dari gambar-gambar tersebut bahwa Matteo dan marmut-marmut sangat nyaman satu sama lainnya.

Source: dailymail