Header

10/27/2011

Ashikaga Flower Park


Ashikaga Flower Park adalah sebuah taman di Jepang dengan pemandangan yang berubah sesuai dengan musimnya. Salah satu atraksi utama dari taman ini adalah yang Wisteria Jepang. Wisteria (atau dikenal sebagai Fuji di Jepang) adalah salah satu pohon kuno yang berbunga lebat.

Setiap tahun di taman ini dibagi menjadi delapan tema, yaitu:



Berikut foto-foto dari taman bunga Ashikaga:







Source: ashikaga, google

10/24/2011

An Apple Tree - The Story


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.


Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.


“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.

“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang……… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.


Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.


“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.


Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.


Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

“Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel. “Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”


“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.


Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.


“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel. “Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu. “Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. “Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali.


Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.” Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak sahabat dan rekan. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Source: dhammavijja

10/19/2011

Toddler Run Over by Two Vehicles, Ignored by All But One Trash Collector


Seorang anak berumur dua tahun terbaring lemah dengan kondisi luka parah setelah dua kali tertabrak mobil. Lebih dari sepuluh orang yang melewati anak tersebut tak satu pun yang menolong bocah bernasib malang itu. Peristiwa tragis yang menyentuh rasa kemanusiaan ini menjadi pembicaraan hangat di Cina Selatan.

Kantor berita Xinhua, Senin (17/10) menulis bahwa insiden tersebut memicu kemarahan sosial yang luas di jejaring sosial. Kejadian tragis yang menimpa anak bernama Yue Yue tersebut terekam kamera keamanan.



Dalam rekaman itu, Yue Yue berjalan menyeberangi jalan raya persis di depan toko milik orangtuanya di Kota Foshan, Cina Selatan. Ia tertabrak mobil van dan terlindas. Tak lama kemudian sebuah truk ukuran tiga perempat yang melintas juga melindas bocah balita yang sudah tak berdaya tersebut. Seakan tak ada rasa kasihan sedikit pun mobil-mobil itu berlalu begitu saja meninggalkan bocah yang terkapar di tengah jalan. Orang-orang yang melintas pun tak ada yang peduli sama sekali.

Barulah orang kesepuluh atau kesebelas peduli dan menolong bocah itu. Wanita pemulung tersebut berteriak-teriak minta tolong. Ibunda Yue Yue pun keluar rumah dan kemudian membopong serta membawanya ke rumah sakit. Dokter rumah sakit menyatakan, Yue Yue kini dalam kondisi koma dan tak mungkin bertahan hidup.

"Dia tidak akan mampu bertahan menjalani setiap operasi. Otaknya hampir mengalami kematian," kata seorang juru bicara rumah sakit yang merawat diri Yue Yue.

Polisi Foshan telah menahan sopir dari dua mobil yang melindas bocah bernasib malang tersebut.

Sementara itu, masyarakat di jejaring sosial berkomentar, bahwa masyarakat kota kini mengidap penyakit antisosial yang sangat parah. Tak ada lagi rasa kemanusiaan. Rekaman kejadian tragis tersebut diunggah pula di Youtube.

Video lainnya:


Berikut beberapa opini dari para netizen:
“They didn’t ignore the girl, they just didn’t dare help her,” said one comment among many that said that Chinese law had helped create a fear of intervening.
"Mereka tidak mengabaikannya, mereka hanya tidak berani menolongnya," dikatakan seseorang bahwa hukum di Cina membuat mereka tidak berani campur tangan.


“Even if the passers-by couldn’t rescue her, they could dial 120 and 110 [China’s emergency numbers] and help to stop vehicles, then the little Yueyue wouldn’t have been run over by the second car.”
"Bahkan jika mereka(pejalan kaki) tidak dapat menolongnya, mereka bisa menghubungi 120 dan 110 (nomor telepon darurat di Cina) dan membantu memberhentikan kendaraan yang lewat, sehingga Yueyue kecil tidak akan tergilas oleh kendaraan kedua."


My opinion:
"Yes, the driver do the crime. They (the passers) didn't do the crime but they are have a serious problem with human sense. Karma will visit these heartless peoples in the future. Just want to remember these people a quote, it said : "If moderation is a fault, then indifference is a crime."
"Ya, supirlah yang melakukan kejahatan. Mereka (pejalan kaki) tidak melakukannya tetapi mereka memiliki masalah kemanusiaan yang serius. Karma akan mendatangi orang-orang yang tidak memiliki hati tersebut di masa mendatang. Hanya ingin mengingatkan sebuah quote, yang berbunyi : "Jika menyakiti diri sendiri adalah sebuah kesalahan, maka sikap acuh tak acuh adalah sebuah kejahatan"."

Source: yahoo, youtube, & telegraph.co.uk

9/26/2011

Meet Zhu Jianqiang, The Two-legged Pig Who's Become a Celebrity in China


Henan (Cina) - Saya dikirim email ini tentang seekor babi yang sangat istimewa. Babi ini berkaki dua yang dipanggil "Zhu Jianqiang" (朱 坚强), yang artinya "Babi yang kuat dan berkemauan keras" dalam bahasa Mandarin Cina! Babi ini menjadi pusat perhatian atau selebriti di Provinsi Henan - Cina saat Ia dilahirkan hanya dengan dua kaki depan!

Babi ini sekarang berumur 13 bulan, dan ketika dia dilahirkan istri pemilik (Wang Xihai) memintanya untuk membuang babi ini. Karena kebaikan hatinya, Bapak Wang Xihai menolak dan mengatakan bahwa dia harus memberinya kesempatan untuk hidup. Dia juga mengatakan bahwa hal itu sangat tidak terduga bahwa babi ini selamat dan sehat!


Zhu Jianqiang (panggilan untuk babi ini) adalah salah satu dari sembilan anak babi yang lahir, tapi babi ini satu-satunya yang lahir hanya dengan dua kaki. Beberapa hari setelah kelahiran Zhu, pemiliknya, Bapak Wang memutuskan untuk melatih anak babi betina berkaki dua ini berjalan dengan mengangkatnya dari ekornya. Bapak Wang mengatakan bahwa Babi ini dilatih beberapa saat setiap harinya dan setelah 30 hari babi ini sudah bisa berjalan terbalik!

Bapak Wang mengatakan bahwa rumahnya telah dikunjungi oleh banyak orang sejak kelahiran babi ini dan bahkan ada yang menawarkan harga tinggi untuk babi berkaki dua ini. Dia selalu menolak untuk menjual.


"Dia (babi berkaki dua) membuktikan kepada kita bahwa apa pun bentuk kehidupannya, Dia terus berjuang untuk tetap hidup," kata Bapak Wang dalam bahasa Cina. "Aku tidak akan menjual babi ini, tidak peduli berapa pun harga yang ditawarkan."

Pesan Bijak yang tersirat di dalam kisah nyata ini, diantaranya:
Ketika dunia berbisik : "MENYERAHLAH "
Pengharapan berkata : "COBALAH LAGI !"
Ketika dunia berkata : "TIDAK MUNGKIN"
Hati Kecil berteriak : "ENGKAU PASTI BISA !".


"Janganlah pernah menyerah, sebelum kita mencoba apa yang dapat kita lakukan, Kalaupun suatu saat kita jatuh janganlah larut dalam rasa sakitnya tapi Tetap BANGKIT dan cobalah berjalan kembali bahkan Berlari lebih kencang lagi menuju impian kita"
Always Do The Best as You Can.

Source: buddhistzone

9/24/2011

Shara Lin Yixin: “Dancing Diva” with Piano, Violin, & Zither


Musisi cantik dan serba bisa, itulah yang tergambarkan pada sosok gadis bernama Shara Lin ini. Tak hanya pandai bermain piano, gadis Taiwan ini juga pandai memainkan biola dan juga kecapi. Kepiawaiannya bukan hanya memainkannya satu-satu, tapi secara bergantian mengikuti lagu yang sedang dimainkannya.

Video Youtube di atas adalah video Shara Lin yang membawakan lagu "Dancing Diva" oleh Jolin Tsai dengan menggunakan kecapi, biola, dan piano. Dengan keunikannya tersebut, ia sering disebut "One Girl Band". Setelah merekam sendiri permainan musiknya tersebut, Shara Lin mengupload video rekamannya ke YouTube pada 3 Mei 2011 lalu. Dan hanya dalam waktu 3 minggu saja, video nya sudah ditonton lebih dari 4 juta kali! Sejauh ini video ini telah mencapai 6 jutaan view dan 37 ribu like. Berikut beberapa foto Shara Lin:










Source: youtube & chinasmack

9/16/2011

Daily Dhamma on Android (Release)


Daily Dhamma adalah aplikasi yang diperuntukkan semua pengguna Android baik Buddhist maupun Non-Buddhist untuk mendapatkan kutipan Dhamma harian secara berkala di widget utama Android Anda. Pastikan Android Anda telah terkoneksi dengan internet untuk mendapatkan update Dhamma secara berkala. Dhamma-dhamma tersebut disadur dari buku maupun referensi buku teks Buddhist beserta pembicaranya. Spesifikasi minimum Android yang dibutuhkan adalah Android versi 2.1 (Eclair). Daily Dhamma Android dikembangkan oleh 3 orang mahasiswa Buddhist Binus University, yaitu Jefriyanto, Henny Goh, dan Michael Hansson.

Petunjuk penggunaan:
1) Install Aplikasinya


Setelah menginstall, pengguna diwajibkan mengaktifkan aplikasi via email. Kemudian kode aktivasi akan dikirimkan, lalu masukkan kode di tempat inputan yang tersedia.

2) Menambahkan Widget


Tambahkan widget Daily Dhamma di homescreen kamu. Widget akan menampilkan kutipan Dhamma dari tokoh Buddhist yang populer. Inspirasikan harimu dengan Dhamma harian.

Daily Dhamma terdiri dari 4 menu utama, yaitu:
* Lihat history, untuk melihat rekaman kutipan Dhamma yang sudah lewat pada menu ini, pengguna dapat membagikan kutipan melalui fitur Android misalnya sms, email, dsb.
* Sumbangkan Dhamma, pengguna dapat berpartisipasi menyumbangkan kutipan beserta sumbernya, dapat diketikkan pada kotak yang tersedia.
* Saran dan testimonial, Kami berterima kasih atas semua komentar yang masuk sekiranya dapat membangun aplikasi ini menjadi lebih baik lagi.
* Update aplikasi, menu ini untuk mengecek apakah ada versi terbaru aplikasi ini. Jika ada, pengguna diwajibkan men-download pada tombol yang tersedia nantinya, kemudian uninstall aplikasi lama dan install aplikasi terbaru.

Tujuan aplikasi Daily Dhamma ini adalah sebagai inspirasi Anda dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Semoga jasa penyebaran Dhamma ini, dapat dilimpahkan ke semua makhluk yang menderita.

Dapatkan aplikasi Daily Dhamma dengan cara klik tombol Download di bawah ini.


Install sekarang juga Daily Dhamma di Android-mu dan awali setiap harimu dengan kutipan bijak terpilih. \m/

9/11/2011

'The Falling Man' family remembrances 10 years after 9/11

Sebuah foto yang menggambarkan seorang pria terjun dari gedung WTC yang terbakar 11 September 10 tahun lalu, masih melekat di benak banyak orang. Saudara kandung pria yang digambarkan di foto tersebut mengenang sang adik dan makna hari itu bagi dirinya sebagai warga Amerika.


Foto ikonik yang menggambarkan seorang pria terjun saat api melalap World Trade Center, 11 September 2011, hasil jepretan kantor berita The Associated Press

Ketika serangan 11 September terjadi di New York, banyak orang yang terperangkap dalam gedung kembar World Trade Center yang tengah dilalap api, memutuskan untuk melompat keluar gedung. Salah satunya terabadikan dalam foto bertajuk "The Falling Man." Tak bisa dipastikan siapa ia sebenarnya, tapi ia diduga bernama Jonathan Briley, seorang teknisi audio yang bekerja di lantai 107 gedung WTC.

Kakak Jonathan, Gwendolyn Briley-Strand adalah seorang seniman teater. "Kebebasan sulit untuk didapat. Harganya mahal," ujar karakternya, Harriet Tubman, pahlawan Amerika yang membantu para budak melarikan diri di abad XIX. Pesan itu pulalah yang ia, Briley-Strand sampaikan sambil mengenang kematian adiknya sepuluh tahun yang lalu.

"Saya dan karakter saya, Harriet, berada dalam jalan yang sama. Kita tidak ingin warga Amerika menganggap remeh kebebasan yang kita miliki," ujar Briley-Strand.

Bagi banyak keluarga korban 11 September, peringatan 10 tahun ini membawa luka lama. Di seluruh Amerika, berbagai upacara dan renungan digelar, berpusat di Ground Zero atau lokasi serangan 11 September, di mana dulu, menara kembar gedung World Trade Center megah mencakar langit.

Tapi, Gwendolyn mengaku telah menerima kenyataan dan berharap adiknya mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan. "Siapa saya untuk mempertanyakan kenapa Tuhan tidak menangkapnya dan membiarkan ia (Jonathan) jatuh?" tutur Briley-Strand.

Jonathan Briley bukan satu-satunya yang melompat dari menara kembar hari itu. Menurut catatan, tak kurang dari 200 orang melakukan hal yang sama. Dari 2.753 yang meninggal dunia di New York akibat serangan tersebut, baru sekitar 1.630 korban yang dapat diidentifikasi jenazahnya.

Source: voanews.com