Header

Tampilkan postingan dengan label changing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label changing. Tampilkan semua postingan

4/21/2012

Changing Habits: The Power of Believing


Kebiasaan adalah bagian besar dari cara kita menjalani hidup kita dan dalam membuat keputusan. Lebih dari empat puluh persen tindakan yang orang lakukan setiap hari adalah kebiasaan, bukan keputusan. Itu hampir setengahnya.

Kebiasaan baik membantu Anda menyimpan daya otak Anda. Anda tidak harus memutuskan atau memikirkan tentang menyikat gigi Anda, Anda hanya melakukannya. Ketika orang yang sedang tertekan atau hidupnya berantakan pada perawatan diri dan kebersihan, mereka tidak memiliki kebiasaan baik ini dan harus menggunakan banyak energi untuk membangun mereka. Itu menjadi sulit.

Tetapi apa yang tampaknya lebih sulit adalah mengubah kebiasaan yang berbahaya bagi kita. Kadang-kadang kebiasaan tidak membantu kita dan kita perlu mengubahnya.

Kebiasaan tampaknya tidak dapat dihapus, mereka harus digantikan. Anda dapat berhenti menggigit kuku, merokok, makan junk food, atau berteriak pada orang-orang yang menantang Anda. Anda dapat belajar untuk menempatkan pakaian kotor pada tempatnya dan menjaga rumah tetap bersih. Anda melakukannya dengan mengganti satu perilaku dengan perilaku yang lain.

Salah satu cara untuk mengubah sebuah kebiasaan adalah dengan tetap mempertahankan tanda dan "hadiah" yang sama, serta memasukkan rutinitas baru. Duhigg menyebutnya sebagai kebiasaan yang berulang. Sebuah contoh dari sebuah kebiasaan yang berulang adalah menonton televisi sambil makan keripik. Tandanya adalah pulang dari kerja atau aktivitas lain. Perilakunya tentu saja memakan keripik dan menonton televisi.

"Hadiah"-nya adalah perasaan tenang yang didapat dari kombinasi kepuasan menonton televisi dan kenyamanan dari makanan. Sewaktu hari kerja, Anda bahkan dapat membayangkan diri Anda berada di rumah berada di sofa sambil menonton acara favorit Anda. Anda dapat mempertimbangkan minuman yang ingin Anda beli untuk menemani keripik Anda. Anda dapat menggunakan lamunan untuk membantu menghibur diri di siang hari.

Tetapi kadang-kadang cara Anda menghibur diri sendiri adalah berbahaya. Memakan keripik atau coklat terlalu banyak memiliki efek negatif, meskipun memakan mereka dapat menenangkan Anda. Bahkan menonton televisi terlalu banyak, terutama bila Anda memiliki tugas-tugas lain yang harus Anda selesaikan, dapat berefek negatif.

Mengubah kebiasaan itu sulit, tetapi memungkinkan.

Untuk mengubah kebiasaan tersebut, Anda harus mengembangkan cara yang berbeda untuk merasa tenang atau cara yang berbeda untuk mengalihkan perhatian Anda. Anda membutuhkan cara baru untuk mendapatkan "hadiah" yang ingin Anda nikmati.

Apa yang Anda lakukan tergantung pada tujuan Anda. Jika Anda ingin mengurangi menonton televisi, maka Anda dapat memutuskan untuk tidak duduk di sofa ruang tamu ketika Anda tiba di rumah. Anda bisa duduk di kursi yang nyaman di sebuah ruangan tanpa televisi. Atau Anda mungkin ingin memberikan diri Anda sesuatu yang berbeda sambil duduk di sofa. Jika "hadiah" utama menonton televisi adalah pengalihan dari hari Anda, carilah cara lain untuk mengalihkan perhatian Anda, seperti bermain game dengan teman atau keluarga, mungkin saja itu dapat bekerja.

Jika Anda mengubah satu pola, sesuatu yang disebut kebiasaan Keystone, maka Anda cenderung untuk membuat perubahan lain juga. Orang yang mengubah diet mereka sering lebih memperhatikan diri mereka sendiri dengan cara lain. Mereka dapat berhenti merokok, olahraga, berpakaian lebih hati-hati, dan secara finansial lebih bertanggung jawab.

Entah mengapa pergeseran awal memulai reaksi berantai yang membantu kebiasaan baik lainnya bertahan. Kebiasaan Keystone menawarkan apa yang dikenal sebagai kemenangan kecil. Memiliki kemenangan kecil menyebabkan perubahan yang lebih besar.

Meskipun otak berubah, mengembangkan kegiatan baru di bidang disiplin diri, ketika Anda bertukar kebiasaan negatif dengan yang positif, daerah yang berhubungan dengan pola lama masih aktif. Ketika Anda sangat stres, Anda cenderung kembali ke kebiasaan lama Anda, salah satu yang telah tertanam selama bertahun-tahun. Tetapi beberapa orang tidak kembali ke kebiasaan negatif mereka, bahkan ketika dibawa tekanan.

Apa yang bisa membuat perbedaan? Duhigg mengatakan ini tentang keyakinan. Ketika seseorang benar-benar percaya pada perubahan, percaya pada nilai perilaku baru, mereka tidak akan kembali ke pola lama. Salah satu bagian dari keyakinan bahwa adalah memiliki kelompok pendukung, orang yang membantu Anda menjaga iman akan pentingnya membuat perubahan dan melakukan apa yang terbaik untuk Anda.

Membuat perubahan kecil dapat memberikan keyakinan dan harapan dalam diri Anda. Harapan dan keyakinan itu bisa menguatkan Anda dan menunjukkan bahwa perubahan adalah mungkin. Jadi jika Anda sedang berjuang dengan depresi atau emosi lain yang luar biasa, pergilah untuk kemenangan kecil. Gunakan prinsip-prinsip perubahan kebiasaan. Ambil sebuah langkah kecil, perubahan kecil, dan menyadari pentingnya langkah tersebut yang kemudian mengambil lain.

Source: psychcentral

3/12/2010

Changing The Setback Into Victory

Hidup sering kali menjatuhkan tangan besi terhadap kita. Setiap kali kita mengalami kemunduran, itu adalah peluang bagi kita untuk mengubahnya menjadi kemenangan, seperti yang diilustrasikan oleh kisah karya Brad Lemley dari majalah Paradise berikut ini:

"Yang penting bukanlah apa yang terjadi padamu dalam hidup ini, melainkan bagaimana responsmu terhadap kejadian itu", begitulah kata W. Mitchell, seorang jutawan sekaligus pembicara yang banyak dicari orang, mantan walikota, yang hobinya naik rakit di sungai serta terjun parasut. Dan ia mencapai semuanya ini setelah mengalami kecelakaan.

Kalau kamu pernah melihat Mitchell, pasti kamu tidak percaya. Wajahnya tambal sulam, jari-jari kedua tangannya putus, dan kakinya yang lumpuh menjadi kurus kering dan tidak berguna di balik celana panjangnya. Mitchell berkata terkadang orang bertanya-tanya, bagaimana ia terluka. Kecelakaan mobil? Perang Vietnam? Kisahnya ternyata lebih menakjubkan daripada yang bisa dibayangkan orang. Tanggal 19 Juni 1971, ia berada di puncak dunia. Hari sebelumnya, ia baru membeli sebuah motor yang indah. Pagi itu, ia menaiki motornya untuk pertama kalinya. Ia masih muda, sehat, dan populer.

"Sore itu, saya naik motor ke tempat kerja", katanya mengingat-ingat, "dan di persimpangan, saya bertabrakan dengan sebuah truk binatu. Sikut saya hancur, pinggul saya retak, dan tangki bensin motor saya terbuka. Bensinnya tumpah, panas mesin menyulutnya, dan 65% tubuh saya terbakar". Untungnya, seseorang di dekat sana buru-buru menyemprot Mitchell dengan pemadan kebakaran dan menyelamatkan nyawanya.

Tetapi tetap saja wajah Mitchell hangus terbakar, jari-jarinya hangus dan bengkok, kakinya tinggal daging mentah. Sudah biasa orang yang baru pertama kali membesuknya malah jatuh pingsan.

Selama lebih dari 4 bulan, ia menjalani 13x transfusi, 16 operasi tambal sulam, dan beberapa operasi lainnya. 4 tahun kemudian, setelah melewatkan waktu berbulan-bulan di pusat rehabilitasi dan belajar menyesuaikan diri dengan cacatnya, yang tak terbayangkan pun terjadi. Mitchell mengalami kecelakaan pesawat, dan lumpuh dari pinggang ke bawah. "Ketika saya bilang bahwa saya mengalami 2x kecelakaan terpisah", katanya, "orang yang mendengarnya tidak tahan".

Setelah kecelakaan pesawatnya yang membuatnya lumpuh, Mitchell ingin bertemu dengan seorang pasien berusia 19 tahun di tempat latihan di rumah sakit. Dia ini juga lumpuh. Ia tadinya orang yang aktif di luar ruang, dan yakin hidupnya sudah berakhir. Akhirnya saya datang kepadanya dan saya bilang, "Tahu tidak? Sebelum semuanya ini terjadi pada saya, ada 10.000 hal yang bisa saya lakukan. Sekarang tersisa 9.000. Saya bisa sih menghabiskan sisa hidup saya menyesali 1.000 yang sudah hilang itu, tetapi saya memilih untuk memfokuskan pada 9.000 yang tersisa".

Kata Mitchell, rahasianya ada 2. Pertama adalah kasih dan dorongan dari teman-teman dan keluarga, dan kedua adalah filsafat pribadi yang telah diambilnya dari berbagai sumber. Ia sadar bahwa ia tidak perlu sepaham dengan masyarakat bahwa sesorang harus ganteng dan sehat baru bahagia. "Sayalah yang mengendalikan pesawat saya sendiri", katanya dengan empati. "Sayalah yang bisa membuat diri bersemangat atau loyo". Saya bisa memilih memandang situasi saya sebagai suatu kemunduran atau malah titik permulaan".

Walaupun kemunduran kita tidaklah separah nasib Mitchell, kita semua pasti akan kebagian. Kamu mungkin ditinggalkan pacar, kamu mungkin pernah sakit parah, atau mungkin pernah tidak diterima di sekolah pilihanmu. Saya harap dan percaya kamu akan bersikap proaktif dan kuat di saat-saat menentukan itu.

Oleh karena itu jangan menjadi orang yang Reaktif, jadilah Proaktif. Orang-orang reaktif membuat pilihan-pilihannya menurut dorongan hati. Mereka seperti sekaleng soda. Kalau kehidupan mengocoknya sedikit saja, tekanannya menumpuk dan tiba-tiba mereka meledak. Orang-orang proaktif membuat pilihan-pilihannya menurut nilai-nilai. Mereka berpikir sebelum bereaksi. Mereka sadar bahwa mereka tidak bisa mengendalikan segala yang terjadi kepada mereka, tetapi mereka bisa mengendalikan reaksi mereka. Tidak seperti orang reaktif yang penuh karbon, orang proaktif ibarat air. Dikocok seperti apapun, dibuka tutupnya, takkan terjadi apa-apa. Takkan terdengar suara mendesis, takkan ada gelembung, takkan ada tekanan. Tetap tenang, dingin, dan terkendali.