Banyak dari kita mungkin berharap tidak mengalami begitu banyak masalah dalam hidup ini. Jika hanya membuat kita terjebak, seperti, "Mengapa saya?", kita tentunya lebih memilih memiliki kehidupan yang mengalir mudah. Namun, mengingat bahwa hidup ini penuh dengan masalah, mungkin pilihan terbaik adalah dengan memecahkan masalah tersebut. Terkadang masalah datang dikarenakan kita membuat keputusan yang buruk. Beberapa datang karena hubungan kita dengan orang lain dan beberapa datang melalui kecerobohan orang lain. Beberapa masalah kita juga datang dari perasaan kita sendiri dan cara kita memandang hidup ini. Pemecahan masalah yang efektif meningkatkan rasa nyaman, suasana hati, harapan dan kepercayaan diri Anda. Belajarlah bagaimana cara untuk memecahkan masalah dapat meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan. Selain itu, kemampuan pemecahan masalah itu dapat diajarkan. Orang-orang tidak dilahirkan untuk mengetahui bagaimana memecahkan masalah. Di dalam buku Solving Life’s Problems, penulis menunjukkan bahwa masalah-masalah meliputi: tidak mengetahui apa yang harus dilakukan, melihat sebuah keadaan itu rumit, yang bingung tentang tujuan konflik, tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu, tidak memiliki cukup waktu atau sumber daya untuk menangani masalah, atau takut untuk mencoba karena takut gagal atau masalah emosional lainnya. Langkah pertama dalam pemecahan masalah Ketika dihadapkan dengan masalah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menerima masalah tersebut. Percayalah pada kemampuan Anda untuk mengatasinya dan miliki sikap positif tentang kondisi saat itu. Menjadi takut akan masalah malah akan menguras energi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Tapi lebih dari itu, kecenderungan alami kita ketika kita takut adalah lari dan menghindari jika kita bisa. Menghindari masalah cenderung untuk membangun kecemasan kita, stres dan ketidaknyamanan, tetapi kita tetap saja melakukannya. Kita bisa saja menghindarinya. Dan kita juga bisa melompat secara impulsif sehingga kita dapat menyingkirkan masalah sesegera mungkin. Tentu saja, jika kita belum berpikir untuk melaluinya, kita cenderung untuk mengambil tindakan yang tidak efektif atau malah membuat situasi semakin buruk. Beberapa dari kita berkecil hati hanya karena memiliki masalah. Kita tidak ingin memecahkan masalah. Mungkin kita sudah tidak punya pengalaman positif di masa lalu sehingga kita memperkirakan akan gagal kembali. Ketika kita tidak bisa memikirkan solusi yang cepat, kita mungkin meragukan diri kita sendiri dan melihat masalah tidak terpecahkan. Kita menyerah dan melihat diri kita sebagai kegagalan. Ada juga yang menjadi marah ketika mengalami masalah. Kita melihat masalah sebagai hal yang tidak dapat ditoleransi. Kita berkata, lalu lintas tidak seharusnya begitu padat, pelanggan seharusnya tidak begitu rewel, dan mereka tidak seharusnya mengenakan harga sewa yang begitu tinggi. Kita melawan masalah dengan meneriaki pengemudi lain, menekan klakson, dan berdebat dengan pelanggan yang mengeluh. Tak satu pun dari reaksi di atas adalah apa yang disebut sebagai Positive Problem Orientation. Sebuah orientasi positif berarti berhubungan dengan pemecahan masalah yang lebih baik, melihat masalah sebagai tantangan, bukan ancaman, yang realistis dan optimis, dan melihat masalah dapat pecahkan, memiliki kepercayaan diri dalam kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dan pemahaman bahwa menyelesaikan masalah yang sulit dibutuhkan ketekunan dan usaha. Kita harus bersedia berkomitmen untuk memecahkan masalah daripada menghindarinya. Gaya-gaya memecahkan masalah Berikut adalah gaya-gaya dalam memecahkan masalah. Di antaranya adalah gaya rasional, impulsif/kecerobohan, dan penghindaran. Gaya rasional mencakup perencanaan yang disengaja dan sistematis. Individu dengan gaya ini cenderung untuk mengumpulkan informasi yang relevan dan fakta-fakta, mengidentifikasi hambatan, menetapkan tujuan yang realistis dan menghasilkan berbagai solusi alternatif. Mereka kemudian membandingkan pro dan kontra dari solusi alternatif dan menyusun rencana yang efektif. Gaya impulsif/kecerobohan melibatkan upaya aktif untuk memecahkan masalah, tetapi secara terburu-buru, dengan tidak lengkap. Orang dengan gaya ini cenderung untuk pergi dengan pasangan pertama atau memiliki banyak ide tetapi tidak mempertimbangkan konsekuensi dari ide-ide mereka. Gaya penghindaran ditandai dengan penundaan. Individu dengan gaya ini cenderung pasif, menyangkal keberadaan masalah dan cenderung bergantung pada orang lain untuk memecahkan masalah bagi mereka. Untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah yang baik, mengembangkan sikap positif dan sebuah kemauan untuk meningkatkan kemampuan rasional Anda adalah langkah pertama. Minggu ini, ketika Anda menghadapi masalah, pertimbangkan untuk melihatnya sebagai tantangan. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki masalah dan Anda akan memiliki lebih banyak masalah lagi. Berkomitmenlah untuk menjadikannya tugas yang harus Anda selesaikan dan jangan biarkan hal itu merusak hari Anda atau menakuti Anda. Lihatlah ada berapa banyak alternatif yang berbeda yang dapat Anda pikirkan untuk memecahkan masalah. Pergilah ke setiap alternatif tersebut dan pertimbangkan mana yang terbaik untuk Anda. Tolaklah penundaan dan berpikirlah tentang situasi yang Anda lewati sekarang. Jika Anda melihat bahwa Anda sedang menghakimi diri Anda sendiri, lupakanlah penghakiman tersebut dan berkonsentrasilah pada solusi yang Anda pilih. Source: psychcentral
Tampilkan postingan dengan label problem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label problem. Tampilkan semua postingan
10/20/2012
What’s Your Problem-Solving Style?
Banyak dari kita mungkin berharap tidak mengalami begitu banyak masalah dalam hidup ini. Jika hanya membuat kita terjebak, seperti, "Mengapa saya?", kita tentunya lebih memilih memiliki kehidupan yang mengalir mudah. Namun, mengingat bahwa hidup ini penuh dengan masalah, mungkin pilihan terbaik adalah dengan memecahkan masalah tersebut. Terkadang masalah datang dikarenakan kita membuat keputusan yang buruk. Beberapa datang karena hubungan kita dengan orang lain dan beberapa datang melalui kecerobohan orang lain. Beberapa masalah kita juga datang dari perasaan kita sendiri dan cara kita memandang hidup ini. Pemecahan masalah yang efektif meningkatkan rasa nyaman, suasana hati, harapan dan kepercayaan diri Anda. Belajarlah bagaimana cara untuk memecahkan masalah dapat meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan. Selain itu, kemampuan pemecahan masalah itu dapat diajarkan. Orang-orang tidak dilahirkan untuk mengetahui bagaimana memecahkan masalah. Di dalam buku Solving Life’s Problems, penulis menunjukkan bahwa masalah-masalah meliputi: tidak mengetahui apa yang harus dilakukan, melihat sebuah keadaan itu rumit, yang bingung tentang tujuan konflik, tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu, tidak memiliki cukup waktu atau sumber daya untuk menangani masalah, atau takut untuk mencoba karena takut gagal atau masalah emosional lainnya. Langkah pertama dalam pemecahan masalah Ketika dihadapkan dengan masalah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menerima masalah tersebut. Percayalah pada kemampuan Anda untuk mengatasinya dan miliki sikap positif tentang kondisi saat itu. Menjadi takut akan masalah malah akan menguras energi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Tapi lebih dari itu, kecenderungan alami kita ketika kita takut adalah lari dan menghindari jika kita bisa. Menghindari masalah cenderung untuk membangun kecemasan kita, stres dan ketidaknyamanan, tetapi kita tetap saja melakukannya. Kita bisa saja menghindarinya. Dan kita juga bisa melompat secara impulsif sehingga kita dapat menyingkirkan masalah sesegera mungkin. Tentu saja, jika kita belum berpikir untuk melaluinya, kita cenderung untuk mengambil tindakan yang tidak efektif atau malah membuat situasi semakin buruk. Beberapa dari kita berkecil hati hanya karena memiliki masalah. Kita tidak ingin memecahkan masalah. Mungkin kita sudah tidak punya pengalaman positif di masa lalu sehingga kita memperkirakan akan gagal kembali. Ketika kita tidak bisa memikirkan solusi yang cepat, kita mungkin meragukan diri kita sendiri dan melihat masalah tidak terpecahkan. Kita menyerah dan melihat diri kita sebagai kegagalan. Ada juga yang menjadi marah ketika mengalami masalah. Kita melihat masalah sebagai hal yang tidak dapat ditoleransi. Kita berkata, lalu lintas tidak seharusnya begitu padat, pelanggan seharusnya tidak begitu rewel, dan mereka tidak seharusnya mengenakan harga sewa yang begitu tinggi. Kita melawan masalah dengan meneriaki pengemudi lain, menekan klakson, dan berdebat dengan pelanggan yang mengeluh. Tak satu pun dari reaksi di atas adalah apa yang disebut sebagai Positive Problem Orientation. Sebuah orientasi positif berarti berhubungan dengan pemecahan masalah yang lebih baik, melihat masalah sebagai tantangan, bukan ancaman, yang realistis dan optimis, dan melihat masalah dapat pecahkan, memiliki kepercayaan diri dalam kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dan pemahaman bahwa menyelesaikan masalah yang sulit dibutuhkan ketekunan dan usaha. Kita harus bersedia berkomitmen untuk memecahkan masalah daripada menghindarinya. Gaya-gaya memecahkan masalah Berikut adalah gaya-gaya dalam memecahkan masalah. Di antaranya adalah gaya rasional, impulsif/kecerobohan, dan penghindaran. Gaya rasional mencakup perencanaan yang disengaja dan sistematis. Individu dengan gaya ini cenderung untuk mengumpulkan informasi yang relevan dan fakta-fakta, mengidentifikasi hambatan, menetapkan tujuan yang realistis dan menghasilkan berbagai solusi alternatif. Mereka kemudian membandingkan pro dan kontra dari solusi alternatif dan menyusun rencana yang efektif. Gaya impulsif/kecerobohan melibatkan upaya aktif untuk memecahkan masalah, tetapi secara terburu-buru, dengan tidak lengkap. Orang dengan gaya ini cenderung untuk pergi dengan pasangan pertama atau memiliki banyak ide tetapi tidak mempertimbangkan konsekuensi dari ide-ide mereka. Gaya penghindaran ditandai dengan penundaan. Individu dengan gaya ini cenderung pasif, menyangkal keberadaan masalah dan cenderung bergantung pada orang lain untuk memecahkan masalah bagi mereka. Untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah yang baik, mengembangkan sikap positif dan sebuah kemauan untuk meningkatkan kemampuan rasional Anda adalah langkah pertama. Minggu ini, ketika Anda menghadapi masalah, pertimbangkan untuk melihatnya sebagai tantangan. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki masalah dan Anda akan memiliki lebih banyak masalah lagi. Berkomitmenlah untuk menjadikannya tugas yang harus Anda selesaikan dan jangan biarkan hal itu merusak hari Anda atau menakuti Anda. Lihatlah ada berapa banyak alternatif yang berbeda yang dapat Anda pikirkan untuk memecahkan masalah. Pergilah ke setiap alternatif tersebut dan pertimbangkan mana yang terbaik untuk Anda. Tolaklah penundaan dan berpikirlah tentang situasi yang Anda lewati sekarang. Jika Anda melihat bahwa Anda sedang menghakimi diri Anda sendiri, lupakanlah penghakiman tersebut dan berkonsentrasilah pada solusi yang Anda pilih. Source: psychcentral
9/05/2012
This Too Will Pass
Dalam kehidupan masyarakat modern saat ini, kebanyakan orang ketika menghadapi sebuah masalah kehidupan selalu terpuruk dalam keadaaan tertekan atau yang kita sebut “Stress” ataupun ketika mereka sedang mendapatkan rezeki mereka tenggelam di dalam “Kesenangan”.
Sesungguhnya semua itu hanyalah keadaan sesaat dan semua itu pasti akan berlalu. Oleh karena itu yang harus kita jaga adalah keseimbangan batin kita agar kita dapat hidup damai, bahagia dan tenteram. Seperti contoh cerita dibawah ini.
Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka.
Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah.
Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”
Sang adik tersenyum dan berkata, “Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.” Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing-masing dan berpisah. Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?”
Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu “INI PUN AKAN BERLALU”. “Oh, rupanya ini mantra ayah” gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut.
Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta pora, bermabuk - mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sana-sini.
Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan.
Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik justru mensyukurinya, tetapi dia teringatkan oleh cincinnya “INI PUN AKAN BERLALU”. Jadi dia pun tidak menjadi sombong dan lupa daratan.
Ketika panen gagal, dia juga ingat bahwa “INI PUN AKAN BERLALU”, jadi ia pun tidak larut dalam kesedihan. Hidupnya tetap saja naik-turun, kadang berhasil, kadang gagal dalam segala hal, namun dia tahu bahwa tiada yang kekal adanya. Semua yang datang, hanya akan berlalu. Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan batinnya, dia hidup tenteram, hidup seimbang, hidup bahagia.
Inilah hidup sebagai manusia seperti rumput di padang yang mati dan berganti setiap waktu. Relasi bisa datang dan pergi tanpa pernah bisa berhenti. Kemanusiaan yang terbatasi oleh banyak hal. “Semuanya pasti akan berlalu”.
Source: buddhistzone
Langganan:
Postingan (Atom)