Header

Tampilkan postingan dengan label stock. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stock. Tampilkan semua postingan

7/24/2012

Trading Mindset (Must Read)


Level-level trader berikut ini merupakan tahapan-tahapan yang biasa dilalui oleh seorang trader pemula hingga menjadi seorang profesional. Sangat menarik, silakan disimak :

Level 1 : Unconscious Incompetence
Begitu Anda selesai menandatangani agreement untuk pembukaan akun trading pada sebuah sekuritas, disinilah Anda berada. Anda menjadi trader karena Anda mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi trading / virtual trading, Anda telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?.

Anda mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan, profit puluhan persen per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. Pada awalnya Anda tidak akan percaya,bahwa sebenarnya Anda bisa profit hanya dengan mengandalkan 1 indikator saja.

Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri Anda, Anda mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan??.

Anda sama sekali tidak menyadari bahwa Anda tidak bisa trading, Anda tetap mengira Anda bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya.

Anda tetap mengira bahwa Anda adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan Anda tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Anda tidak mempunyai sistem yang komplit, Anda dikuasai oleh emosi, selalu averaging posisi jika loss karena Anda MARAH pada market, Anda selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena Anda dikuasai oleh GREED, Anda take profit sedikit2 karena Anda takut / FEAR. Anda membiarkan diri Anda dikuasai oleh emosi sehingga dana Anda semakin menyusut.

90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. Dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.

Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka hanyalah seorang executor. Biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai manajemen di brokernya. Lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.

Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.

90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.

Level 2 : Holy Grail Seeker
Di level ini Anda sadar bahwa Anda tidak bisa trading, Anda tidak memiliki kemampuan untuk trading dan menghasilkan profit secara konsisten. Dan Anda tahu solusinya, Anda sadar bahwa selama di level 1 pikiran Anda dikaburkan oleh emosi Anda sehingga Anda tidak bisa berpikir secara jernih.

Di level ini Anda akan mencari holy grail ( sistem yang sempurna, sistem yang 100% profit, sistem yang tidak pernah loss), Anda mulai membeli sistem yang ada di internet, Anda membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, Anda baca semua ebook yang ada, Anda praktekan semua sistem yang Anda peroleh, Anda haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini Anda akan membaca semua detail tentang indikator, Anda akan test semua indikator yang ada di metatrader, bahkan Anda mungkin akan membuat indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indikator), Anda akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indikator lainnya.

Anda tahu bahwa market terlalu rumit untuk diprediksi hanya dengan 1 indikator saja, Anda tahu kombinasi ideal dari masing-masing indikator. Anda tahu percis keunggulan indikator tersebut dan juga kelemahannya.

Anda akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indikator tersebut. Anda akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. karena Anda tahu kalau Anda tidak bertanya sekarang maka selamanya Anda tidak akan tahu.

Pada akhirnya di level ini Anda akan mendapatkan 5 sampai 10 sistem yang lengkap dan mencoba mencari tahu sistem mana yang paling cocok dengan kepribadian Anda.

Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.

Level 3 : The EUREKA Moment
Pada akhir level 2, Anda akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di sistem. Anda menyadari bahwa Anda bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan sistem yang sederhana seperti moving average saja tanpa ada indikator lain, jika Anda bisa menggunakan mindset dan money management yang benar.

Anda mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak Anda menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.

Anda mulai menguasai satu sistem trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter Anda, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan sistem yang asli.

Anda mulai trading jika Anda tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, Anda hanya trading jika ada signal dari sistem Anda, Anda selalu menggunakan stoploss, karena Anda tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.

Ketika stoploss Anda kena, Anda tidak emosi karena Anda tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan Anda. Trading berikutnya akan meningkat profabilitas profitnya karena Anda tahu sistem Anda itu sistem yang profit.

Anda secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada sistem, psikologi trading dan money management Anda. Dan kedisiplinan Anda untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

Anda mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan Anda 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan Anda memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu Anda memang belum siap namun sekarang Anda siap.

Di level pencerahan, otak Anda akan menerima bahwa Anda tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.

Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

Level 4 Conscious Competence
Oke, Sekarang Anda hanya trading jika dan hanya jika sistem Anda memberi signal. Anda cut loss sama gampangnya dengan take profit, karena Anda tahu sistem Anda akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang Anda lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account Anda.

Di level ini Anda memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah Anda mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, Anda meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu Anda lakukan.

Anda memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki sistem Anda, menguasai emosi Anda, dan melaksanakan money management yang Anda pegang.

level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.

Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.

Level 5 Unconscious Competence
Nah sekarang Anda sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini Anda bisa trading secara alami, Anda telah menguasai semuanya, Anda bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, Anda telah open di posisi yang benar, jadi Anda tinggal melihat profit Anda bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, Anda telah menguasai emosi Anda dan kini Anda trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang Anda peroleh.

Anda akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang Anda katakan, Anda kenal dengan pertanyaan mereka, karena Anda ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
Anda akan memberikan saran bagi mereka, namun Anda tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

Anda tidak akan mempunyai masalah financial lagi, Anda mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, Anda bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, Anda bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

Anda mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, Anda bisa membuat buku sendiri, Anda bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account Anda akan berlipat-lipat dari account awal.

Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

Sekarang Anda bisa dengan bangga berkata "SAYA SEORANG TRADER".

Source: ddtsaham

6/15/2012

Which is More Profitable: Investing or Day Trading?


Dalam memperoleh kekayaan dari saham ada dua metode yang berseberangan, yaitu sebagai trader dan long term investor. Sebagai trader, Anda akan sering melakukan jual beli, mungkin saja Anda membeli pada pagi hari dan menjual pada sore lalu memperoleh untung. Sebagai long term investor, Anda akan membeli perusahaan yang bagus dan menyimpannya untuk waktu yang lama atau berbulan-bulan dan membiarkan waktu yang berjalan menaikan harga saham Anda.

Sebagai seorang long term investor, saya akan memberitahu 10 alasan mengapa Anda perlu menjadi long term investor. Saya tidak akan meminta Anda menjadi long term investor jika Anda sudah menjadi seorang trader. Mengapa? Karena berkat trader dunia saham menjadi lebih berwarna. Jika semua adalah long term investor, bagaimana kita dapat membeli suatu saham yang murah karena tidak ada lagi trader panik yang menjual sahamnya dengan murah. Ok, berikut adalah 10 alasannya:

1. Salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffet berinvestasi jangka panjang. Jika kita tidak meniru apa yang dilakukan Warren Buffet, siapa lagi yang akan kita tiru? Trader tidak akan menjadi seperti Warren Buffet karena jika Anda mempunyai uang yang sangat besar, ketika Anda melakukan penjualan atau pembelian saham, maka harga akan bergerak. Jika Anda hanya ingin menjadi milioner maka Anda bisa memilih menjadi trader, tapi jika Anda ingin lebih dari itu, Anda perlu menjadi long term investor.

2. Menjadi trader berarti Anda perlu menebak arah harga dalam jangka pendek. Mungkin saja Anda mengira harga akan naik besok lalu membeli pada pagi hari dengan niat menjual pada esok hari. Dalam benak Anda mungkin berpikir “Lumayan untung 1% dalam 1 hari”. Namun dalam jangka pendek sangat sulit menebak harga. Bisa saja ada berita-berita baru yang akan menggerakkan pasar pada saat kita tidur, akibatnya pada esok harinya harga akan turun.

3. Semakin lama waktu investasi Anda, maka semakin tinggi probabilitas Anda menang. Berdasarkan buku "Day Trading for Dummies" 80 % trader harian gagal. Trader harian adalah trader yang membeli dan menjual pada hari yang sama. Kemungkinan kaya dari long term investor lebih besar. Menurut schwab.com (broker terkemuka di Amerika) semakin lama Anda memegang investasi Anda, semakin kecil kemungkinan Anda menderita rugi. Bahkan jika Anda berinvestasi pada index S&P 500 (index acuan saham di Amerika) selama 20 tahun, tidak ada dalam sejarahnya Anda mengalami kerugian.

4. Dari poin ke dua dan ke tiga diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa investasi jangka panjang memiliki resiko yang lebih kecil karena Anda terhindar dari kesalahan menebak harga dalam jangka pendek.

5. Sebagai trader yang jangka investasinya pendek, berarti Anda akan mengalami tingkat stress yang lebih tinggi di bandingkan investor jangka panjang. Misalnya ketika pasar sedang buruk dan kerugian Anda sudah lumayan banyak, Anda mungkin akan sulit tidur dan terus berpikir bagaimana kalau besok turun lagi. Ketika bursa saham di negara lain telah buka dan mengalami penurunan yang tajam, Anda mungkin akan deg-degan. Bagi investor jangka panjang, hal seperti ini tidak menggangu mereka dan bahkan membuat mereka senang, karena berarti mereka dapat membeli diharga murah. Untuk lebih berhasil dalam investasi Anda dalam jangka panjang, Anda harus selalu menambah investasi Anda secara berkala misalnya tiap bulan setelah mendapat gaji. Jadikan pekerjaan dan bisnis Anda sebagai sumber untuk investasi Anda, misalnya dengan menyisihkan 20% dari gaji untuk pembelian saham tiap bulannya.

6. Seorang trader yang sering melakukan transaksi jual beli akan membayar biaya transaksi yang besar tanpa ia sadari. Jika setiap transaksi jual-beli Anda membayar fee 0.5% dari transaksi yang dilakukan dan dalam satu bulan ada 10 kali transaksi maka setidaknya Anda sudah hilang 5% dari transaksi yang Anda lakukan. Jangan lupa broker Anda pasti senang kalau Anda semakin banyak transaksi. Semakin banyak transaksi maka semakin besar pemasukan mereka. Kadang mereka memberikan rekomendasi saham untuk membantu Anda mengambil keputusan menjual dan membeli saham tertentu. Tebak apa untungnya bagi mereka?

7. Jika Anda seorang trader yang sering melihat chart maka Anda akan kehilangan banyak waktu. Bayangkan jika dalam satu hari Anda melihat chart 1 jam, maka dalam seminggu Anda kehilangan waktu 5 jam, dan dalam sebulan kehilangan waktu 20 jam. 20 jam tersebut bisa Anda gunakan untuk mengembangkan bisnis sehingga hasilnya bisa Anda gunakan untuk membeli saham. 20 jam juga waktu yang lumayan banyak untuk bermain dengan anak Anda.

8. Ada satu kalimat Lo Kheng Hong (investor jangka panjang yang terkenal di Indonesia dan sering dijuluki Warren Buffetnya Indonesia) yang saya ingat. “Kalau trading, dapatnya receh dan bisa bikin stres. Kalau pegang saham jangka panjang, dapat uangnya besar”. Misalnya Anda telah memegang suatu saham selama satu minggu yang dalam suatu hari naik 10%. Anda mengambil keputusan untuk menjual. Lumayan 10% dalam 1 minggu. Tapi ternyata setelah Anda jual saham tersebut masih naik terus hingga 100% dalam 2 bulan. Tentu sakit rasanya kehilangan 90% dalam 2 bulan.

9. Menjadi trader berarti Anda membiarkan diri Anda terbujuk menjadi seorang penjudi, karena dalam jangka pendek tidak ada yang bisa menebak arah harga. Ketika seorang penjudi kalah beruntun, ia dapat membuat keputusan yang salah sehingga memperparah kerugiannya. Menjadi trader lebih sulit karena Anda perlu mengontrol emosi Anda.

10. Dengan berinvestasi jangka panjang Anda akan terhindar dari kesalahan-kesalahan besar. Misalnya ketika pasar sedang suram dan harga saham yang kita miliki sedang turun 5%, kita mengambil keputusan untuk menjual agar terhindar dari kerugian yang lebih besar. Ternyata keesokan harinya muncul berita sangat baik sehingga harga saham tersebut naik 10% dan hari-hari berikutnya harga saham tersebut naik terus. Anda hanya bisa melihat dari jauh karena masih takut untuk membeli kembali. Atau misalnya Anda kesal saham yang Anda pegang selama dua bulan tidak naik-naik ternyata setelah Anda jual, keesokan harinya langsung naik 20% setelah ada keluar laporan keuangan yang baik. Anda pernah mengalami hal tersebut?

Source: wealthindonesia