Header

9/26/2011

Meet Zhu Jianqiang, The Two-legged Pig Who's Become a Celebrity in China


Henan (Cina) - Saya dikirim email ini tentang seekor babi yang sangat istimewa. Babi ini berkaki dua yang dipanggil "Zhu Jianqiang" (朱 坚强), yang artinya "Babi yang kuat dan berkemauan keras" dalam bahasa Mandarin Cina! Babi ini menjadi pusat perhatian atau selebriti di Provinsi Henan - Cina saat Ia dilahirkan hanya dengan dua kaki depan!

Babi ini sekarang berumur 13 bulan, dan ketika dia dilahirkan istri pemilik (Wang Xihai) memintanya untuk membuang babi ini. Karena kebaikan hatinya, Bapak Wang Xihai menolak dan mengatakan bahwa dia harus memberinya kesempatan untuk hidup. Dia juga mengatakan bahwa hal itu sangat tidak terduga bahwa babi ini selamat dan sehat!


Zhu Jianqiang (panggilan untuk babi ini) adalah salah satu dari sembilan anak babi yang lahir, tapi babi ini satu-satunya yang lahir hanya dengan dua kaki. Beberapa hari setelah kelahiran Zhu, pemiliknya, Bapak Wang memutuskan untuk melatih anak babi betina berkaki dua ini berjalan dengan mengangkatnya dari ekornya. Bapak Wang mengatakan bahwa Babi ini dilatih beberapa saat setiap harinya dan setelah 30 hari babi ini sudah bisa berjalan terbalik!

Bapak Wang mengatakan bahwa rumahnya telah dikunjungi oleh banyak orang sejak kelahiran babi ini dan bahkan ada yang menawarkan harga tinggi untuk babi berkaki dua ini. Dia selalu menolak untuk menjual.


"Dia (babi berkaki dua) membuktikan kepada kita bahwa apa pun bentuk kehidupannya, Dia terus berjuang untuk tetap hidup," kata Bapak Wang dalam bahasa Cina. "Aku tidak akan menjual babi ini, tidak peduli berapa pun harga yang ditawarkan."

Pesan Bijak yang tersirat di dalam kisah nyata ini, diantaranya:
Ketika dunia berbisik : "MENYERAHLAH "
Pengharapan berkata : "COBALAH LAGI !"
Ketika dunia berkata : "TIDAK MUNGKIN"
Hati Kecil berteriak : "ENGKAU PASTI BISA !".


"Janganlah pernah menyerah, sebelum kita mencoba apa yang dapat kita lakukan, Kalaupun suatu saat kita jatuh janganlah larut dalam rasa sakitnya tapi Tetap BANGKIT dan cobalah berjalan kembali bahkan Berlari lebih kencang lagi menuju impian kita"
Always Do The Best as You Can.

Source: buddhistzone

9/24/2011

Shara Lin Yixin: “Dancing Diva” with Piano, Violin, & Zither


Musisi cantik dan serba bisa, itulah yang tergambarkan pada sosok gadis bernama Shara Lin ini. Tak hanya pandai bermain piano, gadis Taiwan ini juga pandai memainkan biola dan juga kecapi. Kepiawaiannya bukan hanya memainkannya satu-satu, tapi secara bergantian mengikuti lagu yang sedang dimainkannya.

Video Youtube di atas adalah video Shara Lin yang membawakan lagu "Dancing Diva" oleh Jolin Tsai dengan menggunakan kecapi, biola, dan piano. Dengan keunikannya tersebut, ia sering disebut "One Girl Band". Setelah merekam sendiri permainan musiknya tersebut, Shara Lin mengupload video rekamannya ke YouTube pada 3 Mei 2011 lalu. Dan hanya dalam waktu 3 minggu saja, video nya sudah ditonton lebih dari 4 juta kali! Sejauh ini video ini telah mencapai 6 jutaan view dan 37 ribu like. Berikut beberapa foto Shara Lin:










Source: youtube & chinasmack

9/16/2011

Daily Dhamma on Android (Release)


Daily Dhamma adalah aplikasi yang diperuntukkan semua pengguna Android baik Buddhist maupun Non-Buddhist untuk mendapatkan kutipan Dhamma harian secara berkala di widget utama Android Anda. Pastikan Android Anda telah terkoneksi dengan internet untuk mendapatkan update Dhamma secara berkala. Dhamma-dhamma tersebut disadur dari buku maupun referensi buku teks Buddhist beserta pembicaranya. Spesifikasi minimum Android yang dibutuhkan adalah Android versi 2.1 (Eclair). Daily Dhamma Android dikembangkan oleh 3 orang mahasiswa Buddhist Binus University, yaitu Jefriyanto, Henny Goh, dan Michael Hansson.

Petunjuk penggunaan:
1) Install Aplikasinya


Setelah menginstall, pengguna diwajibkan mengaktifkan aplikasi via email. Kemudian kode aktivasi akan dikirimkan, lalu masukkan kode di tempat inputan yang tersedia.

2) Menambahkan Widget


Tambahkan widget Daily Dhamma di homescreen kamu. Widget akan menampilkan kutipan Dhamma dari tokoh Buddhist yang populer. Inspirasikan harimu dengan Dhamma harian.

Daily Dhamma terdiri dari 4 menu utama, yaitu:
* Lihat history, untuk melihat rekaman kutipan Dhamma yang sudah lewat pada menu ini, pengguna dapat membagikan kutipan melalui fitur Android misalnya sms, email, dsb.
* Sumbangkan Dhamma, pengguna dapat berpartisipasi menyumbangkan kutipan beserta sumbernya, dapat diketikkan pada kotak yang tersedia.
* Saran dan testimonial, Kami berterima kasih atas semua komentar yang masuk sekiranya dapat membangun aplikasi ini menjadi lebih baik lagi.
* Update aplikasi, menu ini untuk mengecek apakah ada versi terbaru aplikasi ini. Jika ada, pengguna diwajibkan men-download pada tombol yang tersedia nantinya, kemudian uninstall aplikasi lama dan install aplikasi terbaru.

Tujuan aplikasi Daily Dhamma ini adalah sebagai inspirasi Anda dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Semoga jasa penyebaran Dhamma ini, dapat dilimpahkan ke semua makhluk yang menderita.

Dapatkan aplikasi Daily Dhamma dengan cara klik tombol Download di bawah ini.


Install sekarang juga Daily Dhamma di Android-mu dan awali setiap harimu dengan kutipan bijak terpilih. \m/

9/11/2011

'The Falling Man' family remembrances 10 years after 9/11

Sebuah foto yang menggambarkan seorang pria terjun dari gedung WTC yang terbakar 11 September 10 tahun lalu, masih melekat di benak banyak orang. Saudara kandung pria yang digambarkan di foto tersebut mengenang sang adik dan makna hari itu bagi dirinya sebagai warga Amerika.


Foto ikonik yang menggambarkan seorang pria terjun saat api melalap World Trade Center, 11 September 2011, hasil jepretan kantor berita The Associated Press

Ketika serangan 11 September terjadi di New York, banyak orang yang terperangkap dalam gedung kembar World Trade Center yang tengah dilalap api, memutuskan untuk melompat keluar gedung. Salah satunya terabadikan dalam foto bertajuk "The Falling Man." Tak bisa dipastikan siapa ia sebenarnya, tapi ia diduga bernama Jonathan Briley, seorang teknisi audio yang bekerja di lantai 107 gedung WTC.

Kakak Jonathan, Gwendolyn Briley-Strand adalah seorang seniman teater. "Kebebasan sulit untuk didapat. Harganya mahal," ujar karakternya, Harriet Tubman, pahlawan Amerika yang membantu para budak melarikan diri di abad XIX. Pesan itu pulalah yang ia, Briley-Strand sampaikan sambil mengenang kematian adiknya sepuluh tahun yang lalu.

"Saya dan karakter saya, Harriet, berada dalam jalan yang sama. Kita tidak ingin warga Amerika menganggap remeh kebebasan yang kita miliki," ujar Briley-Strand.

Bagi banyak keluarga korban 11 September, peringatan 10 tahun ini membawa luka lama. Di seluruh Amerika, berbagai upacara dan renungan digelar, berpusat di Ground Zero atau lokasi serangan 11 September, di mana dulu, menara kembar gedung World Trade Center megah mencakar langit.

Tapi, Gwendolyn mengaku telah menerima kenyataan dan berharap adiknya mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan. "Siapa saya untuk mempertanyakan kenapa Tuhan tidak menangkapnya dan membiarkan ia (Jonathan) jatuh?" tutur Briley-Strand.

Jonathan Briley bukan satu-satunya yang melompat dari menara kembar hari itu. Menurut catatan, tak kurang dari 200 orang melakukan hal yang sama. Dari 2.753 yang meninggal dunia di New York akibat serangan tersebut, baru sekitar 1.630 korban yang dapat diidentifikasi jenazahnya.

Source: voanews.com

9/03/2011

Some random pics (Animal Edition)











Source: 9gag.com

8/28/2011

Daily Dhamma on Android (Introduction)


Apa itu Daily Dhamma?
Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, bukan tidak mungkin penyebaran Dhamma dilakukan dengan teknologi yang semakin maju pula, yaitu di ponsel Android. Penyebaran Dhamma dilakukan berupa kutipan Dhamma yang disadur dari buku maupun referensi buku teks Buddhist beserta siapa pembicaranya. Daily Dhamma Android dikembangkan oleh 3 orang mahasiswa Buddhist Binus University, yaitu Jefriyanto, Henny Goh, dan Michael Hansson. Aplikasi ini diperuntukkan bagi semua pengguna Android baik Buddhist maupun Non-Buddhist untuk mendapatkan kutipan Dhamma harian secara berkala di widget utama Android Anda.

Petunjuk Penggunaan
Pengguna dipersilakan mengaktifkan aplikasi via email. Kemudian kode aktivasi akan dikirimkan, lalu masukkan kode di tempat inputan yang tersedia.
Penggunaan menu:
* Lihat history, untuk melihat rekaman kutipan Dhamma yang sudah lewat pada menu ini, pengguna dapat membagikan kutipan melalui fitur Android misalnya sms, email, dsb.
* Sumbangkan Dhamma, pengguna dapat berpartisipasi menyumbangkan kutipan beserta sumbernya, dapat diketikkan pada kotak yang tersedia.
* Saran dan testimonial, Kami berterima kasih atas semua komentar yang masuk sekiranya dapat membangun aplikasi ini menjadi lebih baik lagi.
* Update aplikasi, menu ini untuk mengecek apakah ada versi terbaru aplikasi ini. Jika ada, pengguna diwajibkan men-download pada tombol yang tersedia nantinya, kemudian uninstall aplikasi lama dan install aplikasi terbaru.

Kapan bisa mendapatkan kutipan?
Kutipan diberi sebanyak 366 buah dan akan diperbaharui harian. Update otomatis quote akan diberikan setelah berhasil aktivasi pada aplikasi ini. Setiap update kutipan pada widget akan berlangsung 1x24jam. Jam update bergantung pada pukul berapa widget dipasang di homescreen, misal pemasangan widget pukul 07.15 pagi, maka setiap 07.15 pagi akan diberikan kutipan Dhamma yang baru.

Catatan Teknis
Spesifikasi minimum android : 2.1 (Eclair). Apabila ada aplikasi terbaru, silakan mengecek di menu 'Update Aplikasi Daily Dhamma'. Untuk update aplikasi, akan kami kirimkan informasinya ke email Anda ketika mendaftar. Jika terdapat update, wajib men-uninstall aplikasi yang lama dengan file .apk yang baru.

Tujuan aplikasi Daily Dhamma
Sebagai inspirasi Dhamma harian. Semoga jasa penyebaran Dhamma ini, dapat dilimpahkan ke semua makhluk yang menderita.

"SABBA DANAM Dhamma DANAM JINATI"
"Diantara Semua Dana, Dana Dhamma Adalah Yang Tertinggi"
"The gift of Truth excels all other gifts"

Sabbe satta bhavantu sukhitatta

Sekilas tentang Daily Dhamma
Berikut sedikit screen shot aplikasi Daily Dhamma:


Main Menu


Home

Aplikasi Daily Dhamma ini sedang dalam tahap testing dan akan segera dirilis dalam waktu dekat ini. Semoga aplikasi ini nantinya dapat bermanfaat bagi kita semua.

7/06/2011

Chain of Kindness - The Story


Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.

Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.

Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan dan kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan. Kata pria itu, saya di sini untuk menolong anda, nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson.

Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.

Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.

Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, Dan ingatlah kepada saya.

Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.

Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.

Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan.

Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu. Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu. Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.

Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, Segalanya akan beres. Aku mengasihimu, Bryan Anderson!

Ada pepatah lama yang berkata, Berilah maka engkau diberi. Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus kisah ini, jangan biarkan saja!

Kirimkan kepada teman-teman Anda! Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun Anda tahu mereka selalu ada. Tuhan memberkati Anda!