Header

9/05/2012

This Too Will Pass


Dalam kehidupan masyarakat modern saat ini, kebanyakan orang ketika menghadapi sebuah masalah kehidupan selalu terpuruk dalam keadaaan tertekan atau yang kita sebut “Stress” ataupun ketika mereka sedang mendapatkan rezeki mereka tenggelam di dalam “Kesenangan”.

Sesungguhnya semua itu hanyalah keadaan sesaat dan semua itu pasti akan berlalu. Oleh karena itu yang harus kita jaga adalah keseimbangan batin kita agar kita dapat hidup damai, bahagia dan tenteram. Seperti contoh cerita dibawah ini.

Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka.

Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah.

Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”

Sang adik tersenyum dan berkata, “Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.” Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing-masing dan berpisah. Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?”

Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu “INI PUN AKAN BERLALU”. “Oh, rupanya ini mantra ayah” gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut.

Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta pora, bermabuk - mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sana-sini.

Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan.

Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik justru mensyukurinya, tetapi dia teringatkan oleh cincinnya “INI PUN AKAN BERLALU”. Jadi dia pun tidak menjadi sombong dan lupa daratan.

Ketika panen gagal, dia juga ingat bahwa “INI PUN AKAN BERLALU”, jadi ia pun tidak larut dalam kesedihan. Hidupnya tetap saja naik-turun, kadang berhasil, kadang gagal dalam segala hal, namun dia tahu bahwa tiada yang kekal adanya. Semua yang datang, hanya akan berlalu. Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan batinnya, dia hidup tenteram, hidup seimbang, hidup bahagia.

Inilah hidup sebagai manusia seperti rumput di padang yang mati dan berganti setiap waktu. Relasi bisa datang dan pergi tanpa pernah bisa berhenti. Kemanusiaan yang terbatasi oleh banyak hal. “Semuanya pasti akan berlalu”.

Source: buddhistzone

8/31/2012

3 Magic Words - The Story


Kisah ini terjadi di sebuah pesta perpisahan sederhana tentang pengunduran diri seorang direktur.

Diadakanlah sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan & kritikan dari anak buah kepada Sang Direktur yang akan segera memasuki masa pensiun.

Karena waktu terbatas, kesempatan pernyataan tersebut dipersilahkan dalam bentuk tulisan. Di antara pujian & kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah tulisan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut :
• Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata TOLONG, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.

• Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan MAAF, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah saya perbuat, karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.

• Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan TERIMA KASIH kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.

• Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya, sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapanpun Bapak adalah Pak Direktur buat saya.

• Terima kasih sekali lagi. Semoga kebajikan melindungi jalan dimanapun Pak Direktur berada.

Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.

Pesan Cerita :
Kata "Tolong", Kata "Maaf" dan Kata "Terima Kasih" adalah The Three Magic Words atau Tiga kata ajaib. Tiga kata pendek yang sederhana tetaρi mempunyai dampak yang sangat positif. Sesungguhnya dengan menghargai orang lain, minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.

Marilah kita membiasakan diri untuk mengungkapkan ke tiga kata ini jika berinteraksi dengan seseorang atau sesama secara TULUS dan IKHLAS. Maka hubungan saling menghargai dan dihargai akan tercipta dalam kehidupan sosial kita.

Source: buddhistzone

Appreciate The Time - The Story


Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami.

Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.

“Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan,” seru tuan rumah.

Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, “Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?”

Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, “Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari”.

Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, “Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?”

Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, “Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya.”

Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, “Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman.” tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.

Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, “Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua”.

“Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis”.

Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, “Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati”.

Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.

Untuk itu mulai sekarang belajarlah menghargai waktu, waktu dimana kita untuk bekerja dan keluarga.

Source: buddhistzone

8/03/2012

Ōkunoshima, The Rabbit Island


Ōkunoshima (大 久 野 岛) adalah sebuah pulau kecil yang terletak di pedalaman laut Jepang di kota Takehara, Hiroshima Prefecture. Ōkunoshima dapat diakses menggunakan kapal feri dari Tadanoumi dan Ōmishima. Pulau ini sering disebut Usagi Shima (ウサギ 島, "Rabbit Island") karena terdapat banyak kelinci liar yang berkeliaran, mereka jinak dan akan mendekati manusia.

Ōkunoshima atau Pulau Kelinci memiliki kisah kelam sebelum berubah menjadi pulau lucu seperti sekarang. Pada masa Perang Dunia II, pulau ini dijadikan pabrik pembuatan senjata biologi. Pulau yang tak berpenghuni ini memproduksi banyak gas beracun.

Yang menjadi bahan percobaan senjata biologis tersebut adalah kelinci. Setelah Perang Dunia selesai, pulau ini dibiarkan kosong dan kelinci pun dilepas bebas. Tahun-tahun berlalu, gudang senjata biologis pun sudah dibersihkan oleh pemerintah Jepang. Kini, Pulau Ōkunoshima terbuka untuk mereka yang ingin berlibur.


Ada sebuah hotel yang bisa dijadikan tempat penginapan di sini. Ada juga pusat informasi untuk turis dan sebuah bangunan yang melayani penyewaan sepeda. Kebanyakan turis yang datang ke sini karena ingin melihat kelinci lucu yang tidak takut dengan manusia. Memang banyak sekali kelinci di sini, malah, populasi kelinci jauh lebih besar dari manusia.Kebanyakan dari mereka tidak lari jika didekati dan malah mendatangi tanpa rasa takut.

Anda bisa mengelilingi pulau ini dengan menggunakan sepeda sewaan. Selain bisa bermain dengan kelinci, Anda juga bisa mendatangi Poison Gas Museum. Pada tahun 1988, dibangunlah museum ini dengan tujuan mengedukasi masyarakat mengenai pabrik gas beracun yang pernah dibuat di sini.


Jika penasaran dengan gedung asli pabrik pembuatan gas beracun, Anda bisa langsung datang ke sana. Gedung asli masih berdiri meski sudah tidak terurus. Turis tidak boleh melewati garis pembatas yang ada di sekeliling gedung karena dianggap bisa membahayakan. Namun banyak juga turis yang tetap masuk ke dalam dan mengabaikan garis pembatas.

Pulau Kelinci juga memiliki pantai yang indah. Garis pantai berpasir putih jadi favorit masyarakat sekitar Hiroshima yang ingin berlibur ke pantai. Airnya yang biru dan bersih asyik untuk direnangi.

Source: detik, wikipedia

7/24/2012

Trading Mindset (Must Read)


Level-level trader berikut ini merupakan tahapan-tahapan yang biasa dilalui oleh seorang trader pemula hingga menjadi seorang profesional. Sangat menarik, silakan disimak :

Level 1 : Unconscious Incompetence
Begitu Anda selesai menandatangani agreement untuk pembukaan akun trading pada sebuah sekuritas, disinilah Anda berada. Anda menjadi trader karena Anda mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi trading / virtual trading, Anda telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?.

Anda mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan, profit puluhan persen per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. Pada awalnya Anda tidak akan percaya,bahwa sebenarnya Anda bisa profit hanya dengan mengandalkan 1 indikator saja.

Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri Anda, Anda mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan??.

Anda sama sekali tidak menyadari bahwa Anda tidak bisa trading, Anda tetap mengira Anda bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya.

Anda tetap mengira bahwa Anda adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan Anda tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Anda tidak mempunyai sistem yang komplit, Anda dikuasai oleh emosi, selalu averaging posisi jika loss karena Anda MARAH pada market, Anda selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena Anda dikuasai oleh GREED, Anda take profit sedikit2 karena Anda takut / FEAR. Anda membiarkan diri Anda dikuasai oleh emosi sehingga dana Anda semakin menyusut.

90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. Dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.

Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka hanyalah seorang executor. Biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai manajemen di brokernya. Lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.

Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.

90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.

Level 2 : Holy Grail Seeker
Di level ini Anda sadar bahwa Anda tidak bisa trading, Anda tidak memiliki kemampuan untuk trading dan menghasilkan profit secara konsisten. Dan Anda tahu solusinya, Anda sadar bahwa selama di level 1 pikiran Anda dikaburkan oleh emosi Anda sehingga Anda tidak bisa berpikir secara jernih.

Di level ini Anda akan mencari holy grail ( sistem yang sempurna, sistem yang 100% profit, sistem yang tidak pernah loss), Anda mulai membeli sistem yang ada di internet, Anda membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, Anda baca semua ebook yang ada, Anda praktekan semua sistem yang Anda peroleh, Anda haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini Anda akan membaca semua detail tentang indikator, Anda akan test semua indikator yang ada di metatrader, bahkan Anda mungkin akan membuat indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indikator), Anda akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indikator lainnya.

Anda tahu bahwa market terlalu rumit untuk diprediksi hanya dengan 1 indikator saja, Anda tahu kombinasi ideal dari masing-masing indikator. Anda tahu percis keunggulan indikator tersebut dan juga kelemahannya.

Anda akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indikator tersebut. Anda akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. karena Anda tahu kalau Anda tidak bertanya sekarang maka selamanya Anda tidak akan tahu.

Pada akhirnya di level ini Anda akan mendapatkan 5 sampai 10 sistem yang lengkap dan mencoba mencari tahu sistem mana yang paling cocok dengan kepribadian Anda.

Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.

Level 3 : The EUREKA Moment
Pada akhir level 2, Anda akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di sistem. Anda menyadari bahwa Anda bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan sistem yang sederhana seperti moving average saja tanpa ada indikator lain, jika Anda bisa menggunakan mindset dan money management yang benar.

Anda mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak Anda menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.

Anda mulai menguasai satu sistem trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter Anda, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan sistem yang asli.

Anda mulai trading jika Anda tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, Anda hanya trading jika ada signal dari sistem Anda, Anda selalu menggunakan stoploss, karena Anda tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.

Ketika stoploss Anda kena, Anda tidak emosi karena Anda tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan Anda. Trading berikutnya akan meningkat profabilitas profitnya karena Anda tahu sistem Anda itu sistem yang profit.

Anda secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada sistem, psikologi trading dan money management Anda. Dan kedisiplinan Anda untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

Anda mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan Anda 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan Anda memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu Anda memang belum siap namun sekarang Anda siap.

Di level pencerahan, otak Anda akan menerima bahwa Anda tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.

Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

Level 4 Conscious Competence
Oke, Sekarang Anda hanya trading jika dan hanya jika sistem Anda memberi signal. Anda cut loss sama gampangnya dengan take profit, karena Anda tahu sistem Anda akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang Anda lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account Anda.

Di level ini Anda memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah Anda mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, Anda meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu Anda lakukan.

Anda memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki sistem Anda, menguasai emosi Anda, dan melaksanakan money management yang Anda pegang.

level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.

Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.

Level 5 Unconscious Competence
Nah sekarang Anda sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini Anda bisa trading secara alami, Anda telah menguasai semuanya, Anda bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, Anda telah open di posisi yang benar, jadi Anda tinggal melihat profit Anda bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, Anda telah menguasai emosi Anda dan kini Anda trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang Anda peroleh.

Anda akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang Anda katakan, Anda kenal dengan pertanyaan mereka, karena Anda ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
Anda akan memberikan saran bagi mereka, namun Anda tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

Anda tidak akan mempunyai masalah financial lagi, Anda mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, Anda bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, Anda bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

Anda mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, Anda bisa membuat buku sendiri, Anda bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account Anda akan berlipat-lipat dari account awal.

Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

Sekarang Anda bisa dengan bangga berkata "SAYA SEORANG TRADER".

Source: ddtsaham

7/13/2012

Yangtze Finless Porpoise "Tears"


Gambar yang dikenal dengan sebutan air mata ikan lumba-lumba ini diambil pada tanggal 20 Mei tahun lalu ketika populasi Yangtze menderita dari kekeringan yang sangat serius. Kedalaman air di Tian Ezhou Yangtze Dolphin Nature Reserve, satu-satunya tempat penanganan ikan lumba-lumba Yangtze di Cina, kurang dari 3 meter dan di beberapa tempat lain bahkan kurang dari 2 meter yang tentunya sangat mengancam kehidupan ikan lumba-lumba yang ada di sana. Di dalam gambar tampak staf dari Institut Hidrobiologi, Akademi Ilmu Pengetahuan Cina dan Tian Ezhou Yangtze Dolphin Nature Reserve sedang membantu mengevakuasi lumba-lumba tersebut.

"Air mata" dari ikan lumba-lumba tersebut memang bukanlah air mata sungguhan, melainkan semacam cairan sekresi. "Ketika ikan lumba-lumba mendapatkan stimulasi, mereka akan mensekresikan semacam cairan." kata Ding Wang, seorang ahli ikan lumba-lumba air tawar dari Institut Hidrobiologi, Akademi Ilmu Pengetahuan Cina. Meskipun bukan air mata, tetapi cairan tersebut adalah reaksi dari kecemasan dalam tubuh lumba-lumba. "Kita juga mencemaskan keberadaan mereka." lanjutnya.


Gadis pada gambar di atas adalah seorang pelajar ketika dia mengunjungi Institut Hidrobiologi.

Ikan lumba-lumba Yangtze adalah sub spesies dari keluarga ikan lumba-lumba yang hidup di air tawar. Di Danau Dongting, penduduk sekitar biasa memanggilnya "JiangZhu". Zhu dalam Bahasa Cina berarti piggy, seekor binatang yang merepresentasikan keberuntungan dan kemakmuran untuk orang Cina.


Ikan lumba-lumba Yangtze memiliki senyuman alami di wajah mereka dan mereka adalah salah satu hewan tercerdas di bumi ini, dengan tingkat kecerdasan yang sebanding dengan gorila. Dan mereka sangat bersahabat dengan manusia.

Salah seorang nelayan senior mengatakan bahwa "JiangZhu" adalah teman bermain terbaik saat mereka kecil. Hewan pemalu ini menyukai bermain dengan semprotan di belakang perahu, mungkin terdengar seperti bunyi peluit.

Biasanya, setiap hari ketika nelayan melaut, dua atau tiga ikan lumba-lumba Yangtze akan mengikuti perahu mereka dan bermain gembira. Ketika badai besar akan datang, mereka akan menari di permukaan air untuk mengingatkan para nelayan. Tetapi semua itu sekarang hanyalah legenda.

10 tahun yang lalu, masih terdapat 1200 ekor lumba-lumba Yangtze di Danau Dongting, tahun 2008 angka tersebut turun menjadi 200 ekor. Pada tahun 2009, sebuah investigasi oleh WWF dan Institut Hidrobiologi menyebutkan hanya tersisa kurang dari 150 ekor. Maret 2012 yang lalu tersisa 85 ekor. Dari 3 April sampai dengan 15 April 2012, 12 ekor tewas! Apa langkah selanjutnya?

Para ahli memperkirakan bahwa jika tidak ada tindakan, 73 ekor lumba-lumba Yangtze yang tersisa mungkin meninggal dalam waktu beberapa tahun. Pemerintah setempat seharusnya bertanggung jawab atas fenomena ini dan harus melakukan tindakan serius sebelum spesies yang sangat bersahabat dengan manusia ini punah.

Source: yangtzefinlessporpoise.weebly

6/29/2012

Pollution Masks: Which Are Best?


Bahaya polusi udara bagi kesehatan tidak bisa diremehkan. Namun bagi warga perkotaan perkara menghindari polusi udara tersebut bukan hal mudah, apalagi untuk mereka yang setiap hari harus naik kendaraan bermotor. Menggunakan masker dipercaya banyak orang bisa mengurangi paparan polusi.

Menurut dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P, Ketua Divisi Paru Kerja dan Lingkungan Departemen Pulmunologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI, Rumah Sakit Persahabatan, meski penggunaan masker tidak bisa memproteksi sepenuhnya paparan polusi, tetapi penggunaan maker bisa memperkecil risiko terjadinya terkena infeksi saluran pernapasan akut.

Pada salah satu penelitian yang dimuat di British Medical Journal tahun 2009 dikatakan bahwa dari enam orang yang mempergunakan masker, maka dapat mencegah satu kejadian terjadinya ISPA. Jenis masker sendiri sangat beragam, namun yang paling banyak dijual di pasaran adalah masker tipe surgical mask (masker bedah).

"Kalau yang tipe surgical mask proteksinya masih di bawah 20 persen. Tapi kalau masker jenis N95 itu proteksinya 95 persen. Sedangkan kalau masker kain kurang dari 10 persen," katanya dalam acara Media Gathering dan Kampanye Masker 'OBH Combi Peduli', Kamis, (28/6/2012), di Jakarta.

Agus mengatakan, baik tidaknya suatu masker pada prinsipnya tergantung dari seberapa besar masker itu bisa memfiltrasi partikel. Kita tahu bahwa partikel yang masuk ke dalam mulai saluran napas atas sampai paru itu memiliki diameter di bawah 10 mikron.

Penggunakan masker kain dan masker bedah sebenarnya kurang efektif untuk memfiltrasi partikel dan pajanan polutan. Sedangkan masker N95 jauh lebih baik karena masker ini mampu memfiltrasi partikel yang berukuran hingga 0,5 mikron. Sementara kita tahu bahwa kuman-kuman itu memiliki diameter rata-rata dibawah 5 mikron.

"Kalau misalnya mau yang bagus, pakailah masker yang terstandar, yang bisa memproteksi. Memang kita tidak bisa jamin 100 persen, tapi proteksi masker yang diatas 90 persen itu yang sebetulnya disarankan," jelasnya.

Kendati begitu menurut Agus masker yang terstandar sekalipun masih punya kekurangan karena tidak bisa memproteksi gas yang masuk. Oleh karenanya pajanan seperti CO (Karbon Monoksida) dan NO (Nitrogen Monoksida) masih tetap bisa tembus sekalipun memakai masker N95.

Beberapa hasil penelitian mengindikasikan, semakin lama seseorang terpajan (terpapar) bahan polutan, semakin besar mempunyai risiko gangguan saluaran napas. Rata-rata penelitian menyebutkan, apabila seseorang terpajan rutin tiap hari selama 5 tahun, biasanya sudah ada gangguan pada sistem saluran napas.

"Infeksi yang masih di fase awal, belum sampai terjadi radang di paru biasanya lebih mudah diatasi. Tapi kalau sudah terjadi radang, dan kuman turun ke saluran napas bawah, bisa memicu pneumonia," jelasnya.

Tingkat pencemaran udara di kota Jakarta memang sudah sangat memprihatinkan. Bahkan saat ini Jakarta tercatat sebagai kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia setelah Mexico City (Meksiko) dan Bangkok (Thailand).

Menurut data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2007, prevalensi ISPA masih cukup tinggi yaitu sebesar 25,50 persen dari penduduk Indonesia. Di tahun 2012, ISPA menempati urutan pertama dari 10 penyakit terbanyak yang terdapat di masyarakat.

Source: kompas